Breaking News:

Swiss Resmi Melarang Pemakaian Cadar di Tempat Umum, Komunitas Muslim Protes 

Komunitas muslim memerotes kebijakan Swiss yang melarang pemakaian cadar di tempat umum

Editor: Alfred Dama
AFP
Wanita bercadar. Swiss melarang pemakaian burqa atau cadar di tempat umum. 

Mereka menilai larangan tersebut akan mengurangi jumlah wisatawan dari negara-negara Arab.

"Larangan burqa akan merusak reputasi kami sebagai tujuan pariwisata yang terbuka dan toleran," kata Nicole Brändle Schlegel, anggota aliansi perhotelan.

Di sisi lain, pendukung referendum itu menilai larangan dimaksudkan untuk menyetop unjuk rasa anarkis di jalan dan perusuh yang mengenakan penutup wajah.

Pendukung juga menilai larangan tidak secara eksplisit menyebut agama Islam atau kata niqab dan burqa

Jenewa,Swiss.
Jenewa,Swiss. (revistamoi.com)

Referendum pelarangan cadar diluncurkan oleh Komite Egerkingen pada 2016 dengan slogan "Hentikan ekstremisme! Ya untuk larangan cadar."

Hasil pemungutan suara itu dikritik sebagai "anti-Muslim" oleh Amnesty International.

"Para pemilih Swiss sekali lagi menyetujui inisiatif yang mendiskriminasi satu komunitas agama pada khususnya, yang tidak perlu memicu perpecahan dan ketakutan," kata Amnesty International.

Larangan parsial dan larangan lokal untuk cadar sudah diberlakukan di beberapa negara Eropa termasuk Prancis, Jerman, Belgia, Belanda, dan Denmark.

Prancis adalah yang pertama melarang burqa dan niqab di ruang publik pada 2011.

Pada 2018, Komite Hak Asasi Manusia PBB mengatakan larangan itu melanggar hak asasi perempuan Muslim dan berisiko membatasi ruang gerak.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Swiss Melarang Pemakaian Cadar di Tempat Umum, Komunitas Muslim: Menstigmatisasi Umat Muslim, https://www.tribunnews.com/internasional/2021/03/08/swiss-melarang-pemakaian-cadar-di-tempat-umum-komunitas-muslim-menstigmatisasi-umat-muslim?page=all.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved