Breaking News:

Berita NTT Terkini

Pelaku Pencurian Kota Amal di Rumah Makan Suroboyo Diancam 9 Tahun Penjara

Penyidik Reskrim Polres Sikka telah menahan pelaku pencurian kotak amal di Rumah Makan Ikan Bakar Suroboyo, Jalan Gajah, Maumere

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Keterangan pers pencurian kotak amal di Rumah Makan Suroboyo oleh Polres Sikka. 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Penyidik Reskrim Polres Sikka telah menahan pelaku pencurian kotak amal di Rumah Makan Ikan Bakar Suroboyo, Jalan Gajah, Maumere.

Pelaku pencurian dijerat dengan pasal 363 Ayat (1) Ke-3 dan Ke-5 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun. 

Demikian rilis Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sikka berhasil yang berhasil kasus pencurian Kotak Amal di Warung Suroboyo yang dilaporkan pada 1 Maret 2021 lalu.

Kantor Dinas di Kota Kupang Disegel Pegawai Gegara Tak Bayar Listrik 

Kasat Reskrim Polres Sikka Kasat Reskrim Iptu Wahyu Agha Ari Septyan, S.H., SIK dan Kasubbaghumas Polres Sikka, Iptu Margoho, SE dalam press release kepada wartawan di Sikka, Senin (8/3/2021) pagi menjelaskan,  pengungkapan kasus ini berawal dari laporan yang diterima oleh SPKT Polres Sikka pada tanggal 1 Maret 2021 lalu Sat Reskrim Polres Sikka yang dipimpin oleh Kasat Reskrim bersama Kanit Buser Aiptu Rudy Hartono dan anggotanya melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi di lapangan.

Warga Belo Gelar Protes ke Pihak Kelurahan Terkait Pemilihan Ketua RT

“Setelah mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku berada di Baokrenget, Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, pada Kamis (4/3) petugas berhasil mengamankan Yohanes Irfan Dari alias Ipong, pemuda Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok yang diduga melakukan pencurian sesuai LP tersebut,” ungkap Kasat Reskrim.

Setelah dilakukan interogasi oleh tim, paparnya,  pelaku mengakui perbuatan dan polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 1.513.000, satu unit sepeda motor jupiter Z1 warna hitam yang dipakai saat melakukan pencurian,

satu lembar baju kaos oblong warna hitam yang dipakai saat melakukan pencurian, satu lembar celana 3/4 warna loreng yang juga dipakai saat melakukan pencurian

“Pelaku juga mengakui telah melakukan Pencurian di beberapa TKP antara lain sesuai LP/11/I/NTT/Res. Sikka, tanggal 07 Januari 2021 tentang pencurian cincin emas dan kalung emas. Menurut pengakuan pelaku, BB anting dan cincin sudah di jual pada tukang emas di pasar tingkat seharga Rp. 250.000,00. Sedangkan kalung emas sudah buang karena mengira kalung tersebut adalah imitasi/palsu,” jelas Kasat Reskrim.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku menjelaskan caranya melakukan tindak pidana pencurian tersebut yakni dengan memanjat dan membongkar fentilisai rumah. Pelaku mengakui hal tersebut dilakukannya dengan alasan faktor ekonomi.

Saat ini, Sat Reskrim teleh melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tersangka dan mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini.

"Pelaku akan dikenakan Pasal 363 Ayat (1) Ke-3 dan Ke-5 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya Sembilan tahun," tegas Kasat Reskrim.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved