Breaking News:

Penanganan Covid

Pemkab Malaka Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Penguburan Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia

Pemkab Malaka menyediakan lahan 6 hektar di Moruk Ren, Desa Litamali, untuk penguburan pasien Covid-19 yang meninggal dunia

POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Malaka, Lorens Haba.   Area lampiran         

POS-KUPANG.COM | BETUN - Pemerintah Kabupaten Malaka ( Pemkab Malaka) menyediakan lahan 6 hektar di Moruk Ren, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, untuk penguburan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dari luas lahan tersebut, untuk sementara hanya 1 hektar dahulu yang dipakai. Sebagai dinas teknis tentu selalu menyiagakan peralatan untuk menggali kubur dan menutupnya kembali sesuai protap covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas PUPR Malaka, Lorens Haba menyampaikan hal ini di ruang kerjanya, Kamis (4/3/2021).

Mandi di Cekdam Nangalimang-Sikka, Bocah 12 Tahun Tewas, Ini Kisahnya

Dijelaskan Lorens, berkenaan dengan penyediaan lahan untuk pemakaman pasien covid-19, pihaknya bersama instansi terkait lainnya telah melakukan survei lokasi.

Lokasi yang sangat layak untuk pemakaman, kata Lorens, terletak di Moruk Ren, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, yang merupakan lahan milik Pemda Malaka.

Bupati Ngada: Butuh Keterlibatan Seluruh Komponen untuk Perangi Stunting

Dikatakannya, ada lahan pemda seluas 6 hektar di Moruk Ren. Tetapi sementara ini digunakan 1 hektar dahulu. Khusus untuk kepentingan mengurus pasien yang meninggal sudah ada pembagian tugas yang jelas.

" Kami di Dinas PUPR menyediakan bahan dan peralatan untuk gali kubur dan menutup. Untuk proses dari rumah sakit lalu membawa ke lokasi pemakaman dan menurunkan ke kubur itu ada instansi lain yang menangani," jelasnya.

Soal peralatan yang akan digunakan membersihkan lahan dan menggali kuburan pasien covid yang meninggal, Lorens mengaku ada tersedia peralatan ukuran kecil yang hanya bisa digunakan untuk menggali dan menutup kuburan.

"Untuk bersihkan lahan yang kondisinya agak berat tentu pakai alat berat. Kami sudah lakukan telaan staf dengan taksasi dana untuk pengadaan alat berat termasuk insentif tenaga operator lalu mobiliasi alat berat dan BBM," kata Lorens yang juga figur Master of Ceremony (MC) ini.

Dirinya menambahkan, teknis penggalian di lokasi pekuburan adalah setelah pasien covid-19 meninggal maka lubang itu harus disiapkan 4 jam saja karena harus dikubur secepatnya.

Karena itu, lanjut Lorens, pada saat meninggal maka pihak rumah sakit akan kontak ke Dinas PU untuk menyiapkan lubang.

"Jadi begitu ada informasi dari rumah sakit pasien meninggal karena covid-19 maka dalam tempo waktu empat jam kuburannya sudah siap. Begitu kubur sudah siap, pasien yang meninggal yang telah diurus tim kesehatan menyerahkan ke tim tagana dan menguburkan. Kita tinggal tutup kuburnya," pungkas Lorens.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggungulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka, Gabriel Seran sebagai leading sector Satgas Penanganan Covid-19 di Malaka mengatakan, sehubungan dengan tempat pemakaman pasien covid-19 di Kabupaten Malaka, seluruh jenazah yang terpapar covid-19 dikebumikan di Moruk Ren, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima.

"Untuk tempat pemakaman, sudah ditetapkan melalui SK dari Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 Kabupaten Malaka dalam hal ini Sekretaris Daerah Malaka, dan petugasnya pun sudah dikukuhkan melalui SK tersebut," tandasnya.
Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker;
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved