Breaking News:

Konflik Myanmar

Bukan Turun Tangan, Amerika Serikat Malah Desak China Ambil Peran Akhiri Kudeta Berdarah di Myanmar

Bukan turun tangan, Amerika Serikat malah desak China ambil peran akhiri Kudeta Berdarah di Myanmar

manado.tribunnews.com
Amerika Serikat desa China ambil peran akhiri Kudeta berdarah di Myanmar 

Bukan Turun Tangan, Amerika Serikat Malah Desak China Ambil Peran Akhiri Kudeta Berdarah di Myanmar

POS-KUPANG.COM -Bukannya turun tangan ikut menyelesaikan konflik di Myanmar, Amerika Serikat malah mendesak China mengambil peran mengakhiri Kudeta Berdarah di Myanmar. 

Pasalnya, tindakan kekerasan  pasca Kudeta di Myanmar telah menyebabkan korban jiwa warga sipil oleh militer negara tersebut

Dilansir dari Anadolu Agency, Jumat (5/3/2021) Pemerintah AS meminta China memberikan tanggapan yang tepat dan meminta mereka (junta militer) bertanggungjawab atas segala kerusuhan di Myanmar.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam jumpa pers menyebut China perlu menjadi aktor yang konstruktif pada kudeta Myanmar.

Kerusuan di Myanmar Terus Meluas dan Makan Korbab, Singapura Minta Warganya Segera Minggat

Suster Katolik Menangis Belutut Memohon ke Polisi,Aksinya Selamatkan RatuanPendemo Kudeta Myanmar 

"Pesan kami sangat jelas, China perlu menjadi aktor yang konstruktif dan bertanggung jawab dalam hal kudeta di Myanmar," katanya.

Ia menambahkan AS ingin aktor dan pihak bertanggung jawab di seluruh dunia, termasuk China agar mengutuk kudeta 'secara paksa'.

Selain itu memberikan tanggapan agar militer bertanggung jawab atas semua yang telah diperbuat.

Price juga mengatakan masalah kudeta Myanmar menjadi perhatian pemimpin AS, termasuk Presiden Joe Biden dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken serta rekan-rekan China lainnya.

"Dunia maupun setiap anggota masyarakat internasional bertanggung jawab dan perlu menggunakan suaranya.

Halaman
1234
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved