Breaking News:

Para Rato dan Pemerintah Bersepakat  Pelaksanaan Pasola Kali Ini Cukup Ritual Adat Tanpa Atraksi

cukup melaksanakan ritual adat demi menyelamatkan manusia dari ancaman penyakit mematikan virus corona.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
Para Rato dan Pemerintah Bersepakat  Pelaksanaan Pasola Kali Ini Cukup Ritual Adat Tanpa Atraksi
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Camat Wankaka, Sumba Barat, Lukas Lodu Pewu, S.H 

Para Rato dan Pemerintah Bersepakat  Pelaksanaan Pasola Kali Ini Cukup   Ritual Adat Tanpa Atraksi

POS-KUPANG.COMWAIKABUBAK---Rapat bersama pemerintah dengan para rato (tokoh adat), tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, Polres Sumba Barat dalam hal ini Polsek Wanokaka dan Perwakilan Kodim 1613 Sumba Barat serta para pihak terkait lainnya di Kantor Kecamatan Wanokaka, Senin (1/3/2021) bersepakat pelaksanaan pasola Wanokaka tanggal 5 Maret 2021 cukup menjalankan ritual adat tanpa ada  atraksi pasola di lapangan pasola Wanokaka.

Hal serupa diperkuat dalam rapat lanjutan bersama Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto dengan pemerintah dalam hal ini hadir, Plh Bupati Sumba Barat, Drs.Daniel Pabala, Kasatpol PP, Diniel Robaka, Kepala Dinas Pariwisata Sumba Barat, Charles H. Weru, S.Sos di aula Polres Sumba Barat, Senin (1/3/2021) sore. Dalam rapat tersebut menegaskan kembali bahwa pelaksanaan pasola kali ini cukup menjalankan ritual ada saja tanpa atraksi pasola.

Hal itu berarti tidak ada acara saling melempar lembing antar dua kelompok pasukan berkuda yang berhadap-hadapan di lapangan pasola. Yang terjadi adalah para rato hanya menggelar ritual adat pelaksanaan pasola dan  untuk melengkapi acara atraksi pasola maka melalui dua orang perwakilan  yang menunggang kuda lengkap  aksesoris dan  bersenjatakan lembing berlari keliling lapangan antara 2-3 kali, lalu melemparkan lembing ke arah lawan masing-masing dan seterusnya stop atau selesai.

Hal itu demi mencegah terjadi kerumunan masa yang dapat saja menjadi kluster baru penularan virus corona. Dengan suasana darurat kesehatan kemanusiaan sebagaimana berlangsung sekarang maka pelaksanaan pasola kali ini cukup melaksanakan ritual adat demi menyelamatkan manusia dari ancaman penyakit mematikan virus corona.

Sampai saat ini, wilayah Kecamatan Wanokaka masih masuk zona hijau. Dan kondisi ini harus tetap terjaga agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Tak satupun pihak memastikan daerah ini aman selamanya.

Sikap waspada harus menjadi pegangan seluruh rakyat Wanokaka khususnya dan Sumba Barat umumnya demi menjaga daerah ini bebas tertular virus corona.

Karenanya keputusan bersama pemerintah, para rato, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelaku atraksi pasola dan para pihak terkait lainnya bersepakat  melaksanakan pasola kali ini dengan hanya menyelenggarakan ritual adat adalah hal tepat demi mencegah daerah ini tertular virus corona serta menyelamatkan manusia dari wabah penyakit mematikan itu.

Camat Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Lukas Lodu Pewu, S.H menyampaikan hal itu ketika ditemui POS-KUPANG.COM di kantornya, Selasa (2/3/2021).

Menurut Camat Lukas Lodu Pewu, sejatinya acara ritual adat pasola dan atraksi pasola merupakan satu kesatuan rangkaian acara pasola yang tidak dapat dipisahkan. Terdapat banyak hal menjadi pertimbangan bersama terkait pelaksanaan pasola Wanokaka ditengah pandemi virus corona.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved