Breaking News:

MENGEJUTKAN, Pengamat Politik Ini Berani Pesan SBY Berhenti Zolimi Moeldoko, Lalu Minta AHY Buat Ini

SBY bersama puteranya AHY lalu merapatkan kekuatan untuk menciptakan situasi kondusif pada partai berlambang mercy tersebut. 

Istimewa
Rabu, 17 Februari 2021 09:53 zoom-inlihat fotoPopuler Yudhoyono Foundation Terima Dana 9 M, Jokowi Serahkan Gratifikasi 4,7 M dari Raja Salman Foto/setkab.go.id SBY dan Jokowi. Populer Yudhoyono Foundation terima dana Rp 9 Miliar dan KPK terima gratifikasi total Rp 4,7 Miliar yang diserahkan Presiden Jokowi. Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Populer Yudhoyono Foundation Terima Dana 9 M, Jokowi Serahkan Gratifikasi 4,7 M dari Raja Salman, https://manado.tribunnews.com/2021/02/17/populer-yudhoyono-foundation-terima-dana-9-m-jokowi-serahkan-gratifikasi-47-m-dari-raja-salman?page=4. Editor: Frandi Piring 

MENGEJUTKAN, Pengamat Politik Ini Berani Pesan SBY Berhenti Zolimi Moeldoko, Lalu Minta AHY Buat Ini

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sampai saat ini, gejolak internal Partai Demokrat masih terus terjadi. Belakangan, SBY pun turun gunung untuk membantu mengokohkan partai tersebut.

SBY bersama puteranya AHY lalu merapatkan kekuatan untuk menciptakan situasi kondusif pada partai berlambang mercy tersebut. 

Untuk diketahui, saat ini AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) merupakan Ketua Umum Partai Demokrat

Baik SBY maupun AHY menyebut secara gamblang nama Moeldoko sebagai dalang kudeta di partai tersebut.

Bahkan Mantan Panglima TNI itu juga disebut ingin menggantikan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Namun, kebijakan Demokrat tersebut dikritik pengamat politik dan praktisi hukum, Saiful Huda Ems.

Pria yang di kalangan Aktivis 98 biasa dikenal dengan nama SHE ini menilai langkah yang dilakukan SBY dan AHY dilihat publik sebagai tindakan menzalimi Moeldoko dan 7 kader yang dipecat tersebut.

Mantan Presiden RI, SBY dan Putra, AHY
Mantan Presiden RI, SBY dan Putra, AHY (instagram @agusyudhoyono)

"Ini membuktikan bahwa tuduhan SBY selama ini yang menyatakan bahwa Moeldoko mengkudeta Partai Demokrat itu fitnah dan tidak benar. karena nyatanya pihak internal Partai Demokrat sendiri yang mendatangi Pak Moeldoko untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat," ujar Saiful Huda Ems, Sabtu (27/2/2021).

"Yang menghendaki kongres luar biasa Partai Demokrat itu bukan Pak Moeldoko tetapi internal dari Partai Demokrat itu sendiri. Semua anggapan ini sebenarnya dari internal, tetapi malah dilimpahkan ke Pak Moeldoko," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Frans Krowin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved