Pangdam IX Udayana Pantau Pemasangan Pompa Hidran di Dusun Bomuzi-Ngada
Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak melakukan pemantauan langsung terhadap pemasangan pompa hidran di Dusun Bomuzi
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak melakukan pemantauan langsung terhadap pemasangan pompa hidran di Dusun Bomuzi, Desa Bomari, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (25/2/2021).
Pompa yang dipasang oleh anggota Kodim 1625/Ngada beberapa waktu lalu tersebut kini sudah sapat memompa air untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat di dusun tersebut.
Berdasarkan pantauan Pos Kupang, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak tiba di Dusun Bomuzi langsung diterima dengan pengalungan selendang.
• Suasana Keluarga Khris Praing Nonton Pelantikan Secara Live Streaming
Setelah pengalungan, Pangdam IX Udayana langsung melihat pompa hidram. Ia pun menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan warga di salah satu rumah warga.
Usai bertemu masyarakat, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, dirinya baru tiga bulan menjabat sebagai Pangdam IX Udayana.
• 57 Warga Dusun Wualadu-Sikka Terangi Rumah Pakai Lampu Pelita
Dalam melakukan kunjungan ke daerah, dirinya mencari apa yang menjadi permasalahan yang sering terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan menemukan bahwa air merupakan masalah utama yang sudah berpuluh tahun terjadi di Provinsi NTT.
Menurutnya, solusi pompa air sebenarnya solusi lama, namun riset tidak dilanjutkan. Di saat yang bersamaan teman-teman dari TNI ada yang meningkatkan fungsi alat tersebut untuk dapat mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat.
"Ada satu tempat yang sudah berjalan lebih dari lima tahun, dengan itu saya cepat pelajari, kita coba buat beberapa dan berjalan dengan baik," ungkapnya.
Mayjen Maruli mengungkapkan, sampai dengan saat ini, pihaknya sudah memasang pompa hidram sebanyak 19 titik yang tersebar di Provinsi NTT dan perkirakan akan selesai pada awal bulan Maret 2021 ini.
"Dan saya yakin ini mungkin bertambah menjadi 50 sampai 100 lebih nanti yang kita perlukan," ungkapnya.
Mayjen Maruli mengatakan, pihaknya sudah meminta bantuan kepada kementerian PUPR melalui Dirjen Air dan mendapatkan respon yang baik sehingga mempercepat pemasangan hidram dan sumur bagi masyarakat.
"Karena tugas kami ada di salah satu delapan wajib TNI dimana kami mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)