Breaking News:

China dan Jepang Diambang Perang Rebutan Pulau,Tokyo Provokasi Sebut 4 PLA Tewas, China Ancam

Sejak Undang-Undang Penjaga Pantai baru China mulai berlaku pada awal Februari, memberdayakan penjaga pantai China untuk mengambil tindakan termasuk p

shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi Jepang 

China dan Jepang Diambang Perang Rebutan Pulau, Tokyo Provokasi Sebut 4 Tentara China Tewas, China Ancam

POS KUPANG.COM -- Hubungan China bukan saja memanas namun sudah mengatah ke perang terbika memperebutkan Kepulauan Diaoyu yang kini dikuasai Tokyo

Jepang dituduh menfaatkan kabar menganai 4 tentara China yang tewas saat bentrok dengan India di Lemah Galwan , Himalaya Timur hingga membuta pemerintah Beijing Marah hingga ancam siap melawan

Jepang diperingatkan untuk tidak memprovokasi China karena media meningkatkan kemungkinan konflik di Kepulauan Diaoyu setelah bentrokan Lembah Galwan , kata media pemerintah China, Global Times.

Di saat China berduka atas empat martir yang tewas dalam konflik perbatasan Juni 2020 dengan pasukan India di Lembah Galwan, media Jepang membuat dugaan "liar dan tidak berdasar", lapor media pemerintah China tersebut, dikutip Sosok.ID, Kamis (25/2/2021).

Media Jepang menyebar asumsi bahwa konflik serupa seperti dengan India sangat mungkin diprovokasi di laut dengan Jepang lain kali, merujuk pada Kepulauan Diaoyu China, di mana kedua negara telah lama berselisih tentang kedaulatan.

Masa Lalu Syahrini yang Kelam Terungkap, Sekarang Saja Baru Rasakan Kemewahan saat Jadi Istri Reino 

Ariel NOAH Menikah Tahun 2021 ini Diungkap Mbak You, Calon Istri Sudah Punya Anak, Siapa Dia?

Oknum Polisi Mabuk Tembak Tewaskan 3 Pengunjung Kafe, 1 Anggota TNI Tewas, POM Turun Tangan

Amanda Manopo Sampai Panik Hingga Drop Usai Terima Ancaman Pembunuhan,Kondisi Pacar Billy Syaputra ?

Seorang ahli militer China mengkritik suara sayap kanan karena sengaja membuat masalah dan membesar-besarkan perselisihan antara China dan Jepang, untuk mengintensifkan suasana dalam upaya memprovokasi China dan berpotensi menciptakan konflik baru.

Ahli tersebut mengatakan bahwa China tidak ingin ada masalah dengan tetangganya, tetapi jika Jepang membuat provokasi, China akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk membalas.

Militer China dan pasukan penegak hukum akan terus dengan tegas menjaga kedaulatan nasional, keamanan dan pembangunan, katanya.

Sebuah editorial oleh Pers Bisnis Jepang mengatakan pada hari Rabu (24/2/2021) bahwa bentrokan semacam itu (di Lembah Galwan) terjadi di darat kali ini, dan lain kali dapat terjadi di laut karena "militer China memberikan perhatian khusus pada 'Ladakh di darat' dan 'Kepulauan Diaoyu di laut.' "

Halaman
123
Editor: Alfred Dama
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved