Berita Regional Terkini

Balita Umur 4 Tahun Pengidap Hidrocefalus Asal Nagekeo Butuh Bantuan Biaya untuk Operasi, INFO

eorang balita bernama Maria Keisha Wea (4) harus berbaring lemas di salah satu ruangan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
istimewa
Maria saat digendong oleh ibunya di RSD Aeramo. Gambar diambil, Kamis (25/2/2021).  

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | MBAY-Seorang balita bernama Maria Keisha Wea (4) harus berbaring lemas di salah satu ruangan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo.

Putri dari pasangan Emanuel Niki dan Rosadalima Gowa yang berasal dari Desa Wolokisa di Kecamatan Mauponggo tersebut mengidap hidrocefalus.

Karena mengidap hidrocefalus sejak berumur 3 bulan, maka Maria harus segera dioperasi guna untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepalannya.

Namun, untuk melakukan operasi, kedua orangtua Maria tak memiliki biaya. Oleh karena itu Maria sangat membutuhkan uluran tangan dari sesama untuk segera melakukan operasi.

Ibu Maria, Rosadalima Gowa, menjelaskan bahwa pada tahun 2019 yang lalu, putrinya pernah menjalani operasi hidrocefalus di RS RKZ Surabaya atas bantuan dari LSM luar negeri.

Saat itu, sebagian cairan dari kepalanya dikeluarkan. Maria juga dipasangi selang dari kepala ke saluran pencernaannya.

Tujuannya untuk mengalirkan cairan dari kepalanya. Setelah operasi tersebut, keadaan Maria berangsur membaik.

"Setelah operasi selesai, Maria cukup sehat dan aktif, meskipun Maria tidak bisa berbicara. Namun setahun kemudian, Maria sering mengalami kejang-kejang," jelasnya.

Karena mengalami kejang-kejang Rosadalima langsung membawa anaknya tersebut ke Puskesmas Mauponggo. Petugas kemudian merujuknya ke RSD Aeramo.

Di RSD Aeramo, Dokter mengungkapkan bahwa selang yang terpasang dalam tubuh Maria ukurannya menjadi terlalu pendek karena pertumbuhan Maria. Karena itu, Maria sering mengalami kejang sebab selangnya tidak berfungsi dengan baik lagi.

"Selang tersebut harus segera diganti sehingga perlu dilakukan operasi lagi supaya memasang kembali selang baru, sekaligus mengeluarkan kelebihan cairan dari kepalanya," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, jelas Rosadalima, Dokter menyarankan agar Maria dirujuk ke RS Siloam Kupang untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

"Namun kami kesulitan biaya, sebab kami berdua hanyalah petani yang hidup sangat sederhana. Kami juga belum dapat mengurus KIS karena kami belum bisa menikah secara resmi," akunya.

Kini, Rosadalima dan suaminya hanya berharap kepada keajaiban Tuhan dan ukuran tangan sesama demi kesembuhan putri tunggal mereka.

"Kami berharap agar ada pihak yang dapat membantu kami, baik dari pemerintah maupun sesama. Untuk transportasi, akomodasi dan operasi Maria, kami tidak memiliki biaya. Biaya pengobatan selama ini, baik di puskesmas maupun di RSD Aeramo kami bayar sendiri, sebab kami belum memiliki KIS," ungkapnya.

Bagi siapa saja yang ingin membantu Maria, bisa hubungi nomor HP 0813-3911-4355 atau bisa transfer ke Bank NTT dengan Nomor Rekening 2502834943 atas nama Rosadalima Gowa. (mm)

Maria saat digendong oleh ibunya di RSD Aeramo. Gambar diambil, Kamis (25/2/2021). 
Maria saat digendong oleh ibunya di RSD Aeramo. Gambar diambil, Kamis (25/2/2021).  (istimewa)
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved