Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Rabu 24 Februari 2021: Kristus dan Tanda Kasih Allah

Kadang-kadang ada manusia yang kurang bersyukur atas hidup dan selalu meminta tanda dari Tuhan karena jarang melakukan introspeksi diri

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Rabu 24 Februari 2021: Kristus dan Tanda Kasih Allah (Lukas 11 : 29-32)

Oleh: RD. Maxi Un Bria


POS-KUPANG.COM - Josemaria Escriva dalam The Way ( 2006:207 ) menulis, “Self knowledge leads us by the hand, as it were , to humality; kemampuan mengenal diri sendiri mampu menuntun kita ke arah kerendahan hati.

Kadang-kadang ada manusia yang kurang bersyukur atas hidup dan selalu meminta tanda dari Tuhan karena jarang melakukan introspeksi diri dan tidak mengenal diri dengan baik.

Hidup dan karya Yesus yang disaksikan para murid dan khalayak pada zaman itu adalah bukti nyata kasih dan kebaikan Allah. Yesus menjadi tanda yang sempurna. Orang buta melihat. Orang tuli mendengar. Orang lumpuh berjalan. Orang sakit disembuhkan. Orang mati dibangkitkan.

Berbagai narasi tentang mukjizat-mukjizat besar yang dilakukan Yesus telah membuka hati dan pikiran sebagian khalayak, namun tidaklah demikian bagi kaum Farisi, para ahli Taurat dan kelompok lainnya. Mereka gagal memahami hidup dan karya Yesus.

Itulah sebabnya mereka meminta tanda dari Yesus. Mengapa demikian ? Tentu saja karena sebgian dari mereka berkeras hati, pikiran tertutup bahkan mungkin telah ditaburi iri hati dan racun kebencian. Sehingga setiap pancaran kebaikan kasih Allah yang hadir dalam diri Yesus Kristus tidak dapat mereka syukuri.

Yesus menegaskan kepada angkatan yang jahat, bahwa sekali-kali mereka tidak akan diberikan tanda. ( Lukas 11: 29) Karena sekalipun bertelinga, mereka tidak mendengar, meski memiliki mata, mereka tidak melihat.

Sebelumnya Yesus telah bersabda bahwa “Yang berbahagia adalah mereka yang mendengarkan Firman Allah dan yang memeliharanya” ( Lukas 11 :28 ).

Iman kepada Allah dan firman-Nya telah mencerahkan dan menuntun manusia keluar dari berbagai kemelut dan pergolakan batiniah.

Manusia beriman yang berbaur dan membangun komunikasi - interaksi sosial lintas budaya mampu bersikap inklusif. Mereka tidak terjebak dalam upaya memaksakan kehendak untuk mendapatkan bukti-bukti dan tanda-tanda lahiriah dalam menghayati relasi personal dengan Allah dan sesama.

Yesus mengecam angkatan atau kelompok orang yang selalu meminta tanda dari Allah. Karena sesungguhnya terdapat begitu banyak tanda dan bukti Allah yang dapat dilihat dan dialami dalam pengalaman keseharian dan setiap kejadian.

Hanya dibutuhkan kepekaan dan keterbukan hati untuk bersyukur dan terus bersyukur sebagai orang beriman. Lebih dari itu Yesus Kristus dan karya-Nya adalah bukti teragung dan termulia dari kasih Allah bagi manusia.

Semoga Tuhan menganugerahkan rahmat iman dan kemampuan untuk merasakan dan memaknai tanda-tanda kebaikan kasih dan kebaikan Allah dalam pengalaman keseharian hidup kita. Amin.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved