Breaking News:

Tim Eliminasi Terus Menggempur Malaria di Tengah Covid-19

kasus malaria dan penyelidikan epidemilogi malaria metode 1-2- 5 yang dilakukan di Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Penyelidikan epidemologimalaria metode 1-2-5  dan melatih anak-anak melepas kepala timah di tempat berpotensi jentik di Mamboro, Sumba Tengah, Senin (11/5/2020). 

Tim Eliminasi Terus Menggempur  Malaria di Tengah Covid-19

POS KUPANG.COM|KUPANG--Merebaknya wabah Pandemi Covid-19 di dunia, Indonesia dan NTT tidak menyurutkan semangat tim pengendalian malaria di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tekad Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kesehatan didukung berbagai NGO seperti UNICEF dan lain-lain, untuk mengeliminasi total malaria pada Tahun 2023 dari target nasional 2030, terus dilakukan.

Di tengah Pandemi Covid-19, tim pengendalian malaria terus bergeraqk membagikan kelambu anti nyamuk, survei kontak kasus malaria dan penyelidikan epidemilogi malaria metode 1-2- 5 yang dilakukan di Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Senin, 11 Mei 2020.

Tentunya dalam menjalankan tugas, tim tetap menaati protokol kesehatn dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, sarung tangah dan menjaga jarak. 

Bahkan di Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, tim bekerja sekaligus mengambil sampel  darah untuk Rapid tes dan pembagian kelambu anti nyamuk. Ini semua dilakukan untuk mengeliminasi malaria di Pulau Sumba yang menyumbang 95% endemi malaria di NTT.

Pemerintah empat kabupaten di Pulau Sumba pun telah bersepakat 'menggempur' malaria secara bersama-sama. Demikian pihak Dinas Kesehat Provinsi NTT sepakat  melakukan pencegahan malaria di Pulau Sumba dengan  'keroyok' bersama pemerintah empat kabupaten.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ir. Erlina Salmun,M.Kes dihubungi Senin (22/2/2021), mengatakan, pencegahan malaria di Sumba  tidak bisa dilakukan masing-masing kabupaten, karena mobilitas manusia dan migrasi nyamuk tidak mungkin bergerak dalam satu kabupaten saja.

Untuk pencegahan bersama, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT telah melakukan roadshow ke Sumba menemui para bupati dan stakeholders membicarakan penanganan penyakit malaria dan penyakit menular lainnya secara bersama- sama dan sudah ada kesepakatan dan tekad yang sama.

Menurut Erlina,  di Pulau Sumba penularan penyakit malaria masih tinggi jadi harus ditangani bersama secara serius. Malaria sebagain penyakit menular tidak mengenal batas administratif, jadi pemerintah dan masyarakat serta stakeholders empat kabupaten, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya terus mendiskusikan dan bergerak bersama dengan strategi pencegahan yang sama.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved