Breaking News:

Pria Ini Dapat Dana Salah Transfer Rp 51 Juta, Ketika Hendak Dikembalikan Malah Dipidanakan, Lho?

Malang sungguh nasib pria ini. Setelah mendapatkan dana transfer sebesar Rp 51 juta, tiba-tiba dilaporkan ke polisi dengan delik penggelapan.

Tribunnews.com
Adik terdakwa Ardi Pratama, Tio Budi Satrio didampingi tim kuasa hukum mencari keadilan terhadap proses hukum kakaknya, Senin (22/2/2021). 

Pria Ini Terima Dana Salah Transfer Rp 51 Juta, Mau Kembalikan dengan Mencicil, Malah Dipidanakan, Lho?

POS-KUPANG.COM - Malang sungguh nasib pria ini. Setelah mendapatkan dana transfer sebesar Rp 51 juta, tiba-tiba dilaporkan ke polisi dengan delik penggelapan.

Kasus itu terungkap, ketika Adi Pratama (29), warga Manukan Lor Gang 1, Kota Surabaya,Jawa Timur, mengungkakan ikhwal uang kaget Rp 51 juta yang diterimanya itu.

Ia baru kaget ketika tiba-tiba didatangi polisi kemudian memintanya untuk ke kantor untuk proses hukum kasus tersebut.  

Pria yang hari-hari bekerja sebagai makelar mobil mewah itu kini menerima kenyataan bahwa dirinya menjadi terdakwa atas kasus salah transfer dana Rp 51 juta yang terjadi pada 17 Maret 2020 lalu.

Dalam bukti lembar mutasi, uang senilai Rp 51 juta itu merupakan setoran kliring BI yang masuk ke dalam rekening Bank Central Asia (BCA) Ardi Pratama.

Ardi pun mengira, jika uang yang masuk ke dalam rekeningnya itu merupakan komisi penjualan mobil mewah yang dijanjikan oleh pemilik mobil usai unitnya terjual.

"Uang itu memang digunakan oleh kakak saya. Ditransfer ke ibu saya untuk membayar hutang secara berkala. Nilainya sekitar 30 jutaan," kata Tio Budi Satrio, adik dari Ardi Pratama, Senin (22/2/2021).

Setelah itu, Ardi dikagetkan dengan kedatangan dua pegawai Bank BCA KCP Citraland yang mengonfirmasi jika uang senilai Rp 51 juta itu merupakan salah transfer.

"Kakak saya waktu itu mengakui, memang uang itu masuk ke rekeningnya. Tapi saat itu dikira jika uang tersebut hasil komisi penjualan mobil," imbuhnya.

Karena diberikan informasi oleh pihak Bank BCA, Ardi akhirnya mengerti dan menyampaikan jika uang tersebut sudah dipakai dan berjanji akan menggantinya secara berkala.

Halaman
123
Editor: Frans Krowin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved