Breaking News:

Kasus Djoko Tjandra Belum Kelar, Boyamin Bawa Bukti "King Maker" ke KPK, Berpangkat Tinggi, Siapa?

Pada Selasa (23/2/2021), Boyamin Saiman datang ke KPK untuk menyerahkan bukti lebih rinci mengenai identitas sosok King Maker kepada KPK.

Kompas.com
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menunjukan uang diduga suap yang diterimanya sebelum diserahkan ke KPK, Jakarta, Rabu (7/10/2020). Menurut Boyamin uang sebanyak 100 ribu Dollar Singapura tersebut diberikan dari seorang kenalannya pasca MAKI melaporkan perkembangan kasus korupsi Djoko Tjandra ke KPK. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) 

Kasus Djoko Tjandra Belum Kelar, Boyamin Bawa Bukti "King Maker" ke KPK, Berpangkat Tinggi, Siapa?

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Meski buronan kelas kakap Tjoko Tjandra sudah divonis hukuman penjara, demikian juga jaksa Pinangki Sirna Malasari, namun kasus tersebut sepertinya belum berakhir.

Kali ini, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman kembali mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kedatangan Boyamin Saiman itu terkait sosok King Maker kasus Djoko Tjandra yang hingga saat ini belum diungkap KPK.

Pada Selasa (23/2/2021), Boyamin Saiman datang ke KPK untuk menyerahkan bukti lebih rinci mengenai identitas sosok King Maker kepada KPK.

Sosok itu King Maker yang dimaksud Koordinator MAKI, adalah sosok yang diduga kuat mengatur kasus korupsi terkait pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA) yang menyeret Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Ia mengungkapkan, informasi rinci soal identitas sosok King Maker bersumber dari salah satu saksi yang telah diproses di persidangan kasus tersebut.

Djoko Tjandra dan Pinangki Sirna Malasari. (TRIBUNNEWS)
Djoko Tjandra dan Pinangki Sirna Malasari. (TRIBUNNEWS) ((TRIBUNNEWS))

Kendati demikian, Boyamin enggan menyebut nama dari sosok di balik King Maker. Ia hanya menyebut bahwa sosok itu merupakan oknum penegak hukum.

"King Maker dari unsur penegak hukum. Penegak hukum dan jabatannya tinggi. Oknum penegak hukum yang jabatannya tinggi. Itu berdasarkan versi dari salah satu saksi yang diproses ke pengadilan," ungkap dia.

MAKI pun memberikan waktu satu bulan kepada KPK untuk mengungkap sosok tersebut. Boyamin bakal melayangkan gugatan praperadilan apabila KPK tidak memprosesnya.

Adapun sosok King Maker telah diakui keberadaannya oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta saat membacakan vonis terhadap Jaksa Pinangki.

Menurut majelis hakim, keberadaan king maker terbukti berdasarkan bukti percakapan di aplikasi WhatsApp yang dibenarkan oleh terdakwa Pinangki Sirna Malasari, saksi Anita Kolopaking, serta saksi Rahmat. Setelah itu, KPK telah berjanji bakal mendalami sosok tersebut.

Dalam kasus ini, Jaksa Pinangki dinyatakan bersalah dan divonis 10 tahun penjara serta denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan. Atas putusan itu Pinangki kemudian mengajukan banding.

Sementara, Djoko Tjandra yang juga merupakan narapidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali tersebut masih menjalani proses persidangan untuk kasus fatwa MA.

(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Boyamin Serahkan Bukti Rinci "King Maker" Suap Djoko Tjandra, Oknum Penegak Hukum, Jabatannya Tinggi, https://surabaya.tribunnews.com/2021/02/23/boyamin-serahkan-bukti-rinci-king-maker-suap-djoko-tjandra-oknum-penegak-hukum-jabatannya-tinggi

Editor: Frans Krowin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved