Breaking News:

Kapal Pinisi 'Aku Lembata' Belum Beroperasi, Ini Penjelasan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur

Soal kapal pinisi 'Aku Lembata' belum beroperasi, ini penjelasan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur

Editor: Kanis Jehola
Foto/Ricko Wawo/
Bupati Eliaser Yentji Sunur, Sabtu (7/3/2020) saat meninjau kapal Pinisi yang tiba di pelabuhan laut Lewoleba kemarin. Kapal tersebut kini sudah dalam proses finishing akhir. Anggota DPRD Lembata Paulus Makarius Dolu dan sejumlah pejabat teras lingkup Pemkab Lembata juga tampak hadir memantau kapal 'Aku Lembata' 

Soal kapal pinisi 'Aku Lembata' belum beroperasi, ini penjelasan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Delapan bulan lalu atau tepat pada Minggu (14/6/2020) silam, Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar pra-launching atau uji coba Kapal Pinisi 'Aku Lembata' dengan melakukan pelayaran dari Pelabuhan Laut Lewoleba menuju ke Pulau Adonara, Dusun III Meko, Desa Pledo, Kabupaten Flores Timur.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur kala itu menerangkan bahwa kapal itu akan dilengkapi dengan atribut-atribut promosi pariwisata di Lembata dan digunakan juga membawa wisatawan di pulau-pulau di Labuan Bajo.

25 Orang Karyawan Positif Covid-19, Tokoh Karya Ruteng Manggarai Ditutup Sementara

Kapal pinisi ini juga akan terkoneksi dengan travel agen yang ada di Labuan Bajo yang menjual paket-paket wisata ke Lembata.

Sayangnya, hingga pelayaran uji coba tahun lalu, kapal tersebut belum bisa dimanfaatkan dan kini masih menjadi 'penghias' di Pelabuhan Lewoleba.

Ketika ditemui dalam acara serah terima Kapal KM Rede Gandha Nusantara 14 dari PT Pelni ke Pemkab Lembata.

Satgas Covid-19 Manggarai Timur Lakukan Rapid Antigen Massal Bagi ASN dan THL

Bupati Eliaser Yentji Sunur, menegaskan bahwa kapal tersebut belum dimanfaatkan karena pandemi Covid-19 yang berdampak pada industri pariwisata.

"Pariwisata ditutup semua. Sektor pariwisata masih drop. Selesai Covid-19 baru bisa dimanfaatkan. Sampai hari ini belum ada kapal pinisi dari Labuan Bajo ke sini juga," katanya kepada wartawan, Senin (22/2/2021)/

Dikatakan, Pemerintah pusat dan Pemprov NTT masih berupaya meramaikan pariwisata di Indonesia khususnya di NTT.

"Covid-19 sangat berpengaruh pada pariwisata," tambahnya lagi.

Untuk diketahui, Kapal yang diberi nama "Aku Lembata" itu memiliki 7 layar, dikerjakan CV Fajar Indah Pratama, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2. 495.900.000.

Pengadaan kapal tersebut menggunakan dana DAK Tahun Anggaran 2019 oleh Dinas PUPRP Kabupaten Lembata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved