Breaking News:

Kapal Pinisi 'Aku Lembata' Belum Beroperasi, Bupati Sunur : Selesai Covid Baru Bisa Dimanfaatkan

Kapal pinisi ini juga akan terkoneksi dengan travel agen yang ada di Labuan Bajo yang menjual paket-paket wisata ke Lembata. 

POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Kapal  Pinisi bernama 'Aku Lembata' milik Pemkab Lembata saat bersiap-siap berlayar dari Pelabuhan Lewoleba ke Pulau Adonara, Flores Timur, Minggu (14/6/2020) silam.   

Kapal Pinisi 'Aku Lembata' Belum Beroperasi, Bupati Sunur: Selesai Covid Baru Bisa Dimanfaatkan

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Delapan bulan lalu atau tepat pada Minggu (14/6/2020) silam, Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar pra- launching atau uji coba kapal pinisi 'Aku Lembata' dengan melakukan pelayaran dari Pelabuhan Laut Lewoleba menuju ke Pulau Adonara, Dusun III Meko, Desa Pledo, Kabupaten Flores Timur. 

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur kala itu menerangkan bahwa kapal itu akan dilengkapi dengan atribut-atribut promosi pariwisata di Lembata dan digunakan juga membawa wisatawan di pulau-pulau di Labuan Bajo.

Kapal pinisi ini juga akan terkoneksi dengan travel agen yang ada di Labuan Bajo yang menjual paket-paket wisata ke Lembata. 

Sayangnya, hingga pelayaran uji coba tahun lalu, kapal tersebut belum bisa dimanfaatkan dan kini masih menjadi 'penghias' di Pelabuhan Lewoleba.

Ketika ditemui dalam acara serah terima Kapal KM Rede Gandha Nusantara 14 dari PT Pelni ke Pemkab Lembata
Bupati Eliaser Yentji Sunur, menegaskan bahwa kapal tersebut belum dimanfaatkan karena pandemi Covid-19 yang berdampak pada industri pariwisata.

"Pariwisata ditutup semua. Sektor pariwisata masih drop. Selesai Covid-19 baru bisa dimanfaatkan. Sampai hari ini belum ada kapal pinisi dari Labuan Bajo ke sini juga," katanya kepada wartawan, Senin (22/2/2021)

Dikatakan, Pemerintah pusat dan Pemprov NTT masih berupaya meramaikan pariwisata di Indonesia khususnya di NTT. 

"Covid-19 sangat berpengaruh pada pariwisata," tambahnya lagi.

Demokrat NTT Optimis Orient Riwu Kore Dilantik Jadi Bupati Sabu Raijua

Terapkan Prokes, Kecamatan Nelle Kabupaten Sikka Gelar Musrenbang

Untuk diketahui, Kapal yang diberi nama “Aku Lembata” itu memiliki 7 layar, dikerjakan CV Fajar Indah Pratama, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2. 495.900.000. Pengadaan kapal tersebut menggunakan dana DAK Tahun Anggaran 2019 oleh Dinas PUPRP Kabupaten Lembata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved