Breaking News:

AS Beri Pesan Keras pada China atas UU Penembakan Beijing, Jangan Macam-macam di Laut China Selatan

Amerika Serikat (AS) kembali memberi peringatan keras kepada China agar tidak berbuat macam-macam di kawasan Laut China Selatan yang merugikan negara-

REUTERS/Kham via Kontan.co.id
ilUSTRASI- pasukan Angkatan Laut AS beberapa kali tampak berpapasan dengan militer Beijing di Laut China Selatan. 

AS Beri Pesan Keras pada China atas UU Penembakan Beijing, Jangan Macam-macam di Laut China Selatan

POS KUPANG.COM --  Amerika Serikat (AS) kembali memberi peringatan keras kepada China agar tidak berbuat macam-macam di kawasan Laut China Selatan yang merugikan negara-negara di kawasan itu.

Sebelumnya Beijing sudah mengsahkan Undang-undang yang memberi kewenangan pada armada penjaga pantai mereka untuk menembaki atau menenggelamkan kapal-kapal yang dianggap melakukan kegiatan ilegal di Laut China Selatan

Pemerintah AS telah mengeluarkan kata-kata tegas sebagai tanggapan atas undang-undang baru yang diperkenalkan oleh Beijing.

Undang-undang tersebut mengizinkan penjaga pantai untuk menembak kapal asing di Laut China Selatan.

Celine Evangelista Jadi Biang Gagal Nikah Vikcy Prasto &Kalina; Ocktaranny,Tertangkap Lakukan ini 

Biaya Perawatan Tubuh Nia Ramadhani Perbulan Seharga 1 unit Mobil, Malah Foto Diedit Sampai Ditegur

Aktor Tampan ini DUlu Terkenal dan Sukses Jadi Bintang Sinetron, Kariernya Hancur pun,Makan Seadanya

Amanda Manopo Dikbarkan Putus dengan Billy Syahputra, Ibunda Sang Artis Jelaskan Fakta Sebenarnya

Melansir Express.co.uk, Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan, pihaknya khawatir undang-undang tersebut dapat digunakan untuk mengintimidasi tetangga maritim RRT. 

Bulan lalu, China mengesahkan Undang-Undang Penjaga Pantai yang memberdayakan pasukan untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan, termasuk penggunaan senjata ketika kedaulatan nasional, hak kedaulatan, dan yurisdiksi dilanggar secara ilegal oleh organisasi atau individu asing di laut.

China telah mengklaim sebagian besar Laut China Selatan sebagai miliknya yang telah memicu sengketa teritorial.

Express.co.uk memberitakan, Negara Adidaya Timur itu memiliki sengketa kedaulatan maritim dengan Jepang di Laut China Timur dan dengan beberapa negara Asia Tenggara di Laut China Selatan.

“AS bergabung dengan Filipina , Vietnam , Indonesia , Jepang , dan negara-negara lain dalam menyatakan keprihatinannya dengan undang-undang penjaga pantai yang baru-baru ini diberlakukan China," jelas Ned Price, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jumat (19/2/2021).

Halaman
123
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved