Breaking News:

Berita Regional NTT Terkini

Anita Gah Minta Bank Penyalur Dana PIP Harus Berikan Buku Tabungan Saat Pencairan 

Anggota DPR RI Komisi X dari Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah meminta kepada Bank BRI dan BNI sebagai Bank penyalur dana Program Indonesia Pintar (PI

istimewa
Anggota KOmisi X DPR RI Anita J Gah 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Anggota DPR RI Komisi X dari Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah meminta kepada Bank BRI dan BNI sebagai Bank penyalur dana Program Indonesia Pintar (PIP), supaya saat pencairan dapat memberikan uang sekaligus buku tabungan siswa.

"Banyak kenyataan yang saya lihat, Bank penyalur biasanya hanya memberikan uang saja, tanpa memberikan buku tabungan siswa, itu tidak boleh,"kata Anita Gah kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (21/2).

Anita menegaskan bahwa, di masa Pandemi Covid-19 ini, Bank penyalur pada saat pencairan baik itu secara pribadi maupun kolektif, pihak Bank harus memberikan buku tabungan kepada siswa.

"Pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, Bank penyalur harus mencairkan uang sekaligus memberikan buku tabungan siswa, dan itu harus, karena di dalam buku tabungan itu tercatat besaran keuangan yang siswa dapatkan dari kementerian keuangan," tegas Dia

Di Manggarai Timur - NTT, Bertambah 5 Pasien Positif Covid-19 Hasil Rapid Antigen, Ini Rincianya!

Lanjutnya, seperti kejadian salah satu siswa di wilayah Oesao, siswa tersebut tidak tahu tentang pencairan uangnya, saat siswa tersebut ditanya tentang buku tabungan di rumah aspirasi, siswa tersebut tidak mengetahuinya, setelah siswa tersebut pergi mencairkan dan mengambil buku tabungannya, ternyata siswa tersebut mendapat bantuan dua tahun, yang awalnya siswa tersebut mengetahui hanya Rp 1 juta, melainkan terima Rp 2 juta, seandainya siswa tersebut tidak menerima buku, maka siswa tersebut tidak bisa tahu.

Oknum Polisi MAINKAN ISTRI Polisi di Parkiran Mal, INI Rekaman CCTV KRONOLOGIS, Modus, BERITA VIRAL

"Kejadian salah satu siwa kemarin di Oesao, anak itu tidak memegang buku tabungan dan tidak tahu soal berapa jumlah batuan yang dirinya dapatkan. Setelah siswa itu tahu dari rumah aspirasi, saya memberitahukan untuk mengambil buku tabungan dan memcairkan uangnya, ternyata siswa itu mendapat bantuan PIP dua tahun, seharusnya siswa itu dapat Rp 1 juta melainkan mendapatkan Rp 2 juta, maka apabila siswa tidak memegang buku tabungan, pasti siswa tersebut maupun yang lainnya tidak akan tahu,"

MALAM ANGKER, Driver Online Dapat Pesanan Malam Jumat, Jemputan Sudah di Pinggir Jurang, VIRAL

Anggota DPR RI Komisi X empat periode ini menegaskan bahwa, persoalan bantuan PIP ini menjadi perhatian Kepala Dinas P dan K Propinsi, Para Kepala Sekolah, terutama pihak Bank penyalur yang juga memegang bukti berapa banyak data penerima dengan jumlah besaran bantuannya, pihak Bank harus segera memberitahukan kepada pihak sekolah, supaya segera mencairkan bantuan bagi para siswa tersebut baik secara kolektif maupun pribadi sebelum masa berakhir pada 28 Februari 2020 berdasarkan surat dari Dirjen pembinaan keuangan.

Surat dari Dirjen pembinaan keuangan ini, kata Anita sudah diberikan ke seluruh sekolah, agar segera melakukan pencairan, maka untuk para kepala sekolah harus segera mencairkan dana PIP siwanya yang belum dicairkan secara kolektif.

Namun, apabila kepala sekolah ingin mencairkan dana PIP siwanya, terlebih dahulu harus meminta ijin kepada para orang tua sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Info SPORT Terkini - Persib Bandung Gunakan Tiga Pemain Asing di Piala Menpora, Daftar Nama MAUNG

Halaman
1234
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved