Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik 21 Februari 2021: In Te Domine, Speravi; PadaMu Ya Tuhan Aku Menaruh Harapan

Josemaria Escriva dalam The Way (2006:31 ) menulis, “ In Te Domine, speravi “, Pada-Mu Ya Tuhan aku menaruh harapan”.

Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Minggu 21 Februari 2021: In Te Domine, Speravi; Pada-Mu Ya Tuhan aku Menaruh Harapan (Markus 1 :12-15)

Oleh: RD. Maxi Un Bria

Selamat Hari Minggu bagimu semua !

Josemaria Escriva dalam The Way (2006:31 ) menulis, “ In Te Domine, speravi “, Pada-Mu Ya Tuhan aku menaruh harapan”. Dengan berbekal cara manusiawi, aku berdoa dan memanggul salibku. Dan harapanku itu tidak pernah sia-sia. “ Non confudar in aeternum”-Jangan sekali-kali aku mendapat malu”.

Memang manusia tidak pernah akan dipermalukan Iblis dengan berbagai godaannya, selama Ia mengandalkan daya Ilahi dan bersekutu dengan Allah dalam doa dan tindakan.

Doa menambah nutrisi rohani manusia dan menjadi kekuatan insan beriman dalam memanggul salib setiap hari serta menghadapi berbagai godaan Iblis. Doa yang dihayati dan dilakukan dengan sadar mempertajam pikiran dan batin manusia untuk hidup menurut bimbingan Roh Tuhan.

Iblis akan menyingkir bila manusia bersekutu dengan Allah. Persoalannya adalah apakah manusia selalu mau mencari waktu untuk berdialog dan menyatukan diri dengan Allah?

Pertanyaan ini pantas untuk direnungkan mengingat Yesus saja dicobai Iblis, apalagi manusia. Nyatanya Yesus dapat mengalahkah berbagai godaan Iblis karena menyatukan diri dengan Bapa-Nya dalam doa dan puasa.

Yesus digoda ketika sedang menjalani puasa selama empat puluh hari. Hal ini menjadi awasan bagi manusia bahwa hingga saat ini Iblis terus bergerak dan mencari kesempatan untuk menggoda manusia, baik di masa puasa maupun pada kesempatan lainnya. Kita pantas berwaspada dengan mengembangkan kekuatan refleksi, doa dan pengendalian diri dari dalam.

Narasi Penginjil Markus yang singkat dan padat tentang Yesus dicobai di padang gurun ( Markus 1 :12-15), mengingatkan kita bahwa Iblis ada di dunia dan selalu mengintai dan mencari kesempatan untuk menggoda para murid dan segenap insan Kristiani. Iblis ingin mengacaukan dan memecahbelah persekutuan kasih anatara manusia beriman dengan Allah.

Menghadapi berbagai godaan Iblis, kita seyogianya mengandalkan kekuatan Tuhan seraya mengembangkan kekuatan pengendalian diri; kehendak, pikiran, ucapan dan perilaku agar selaras dengan maksud Allah sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci. Bertekun dalam puasa, doa dan amal kiranya menjadi habitus sikap iman kaum beriman.

Yesus bersabda, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” ( Markus 1: 15). Seruan pertobatan dan ajakan untuk mengubah orientasi hidup kepada Allah dengan menghayati nasihat Injil kiranya menjadi pilihan sikap kaum beriman dalam menghadapi berbagai pergumulan dan godaan hidup zaman ini.

Hendaknya puasa di era pandemi Covid-19 tetap memperkuat komitmen kita untuk mengikuti protokol kesehatan. Tidak lengah dan selalu tegas bersikap dalam menolak berbagai godaan iblis. Salve.*

Simak juga video renungan harian katolik berikut:

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved