Pertumbuhan Anggota Mengalami Kenaikan, Kemenkop RI Apresiasi KSP Kopdit Swasti Sari

Pertumbuhan Anggota Mengalami Kenaikan, Kemenkop RI Apresiasi KSP Kopdit Swasti Sari

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
RAT XXXII KSP Kopdit Swasti Sari Tahun Buku 2020 secaraa virtual, Sabtu (20/2/2021) 

"Di tahun buku 2020, angka kredit lalai kita mengalami penurunan drastis dari tahun lalu, yaitu 4,52 persen menjadi 2,94 persen atau terjadi penurunan 1,58," katanya.

Dia menjelaskan, meski dilanda pandemi, tingkat kepatuhan anggota dalam memenuhi kewajiban pun masih terbilang tinggi sejak Maret 2020. Ketika perusahaan sejenis mengalami kolaps atau mengurangi karyawan, justru KSP Kopdit Swasti Sari merekrut karyawan baru.

Pekerjaan dilakukan tanpa shift dan sistem penggajian pun tak mengalami kekurangan.

Selanjutnya, Pengurus Inkopdit yang diwakili oleh Sekretaris Pengurus Inkopdit Benidektus Edy P mengatakan, memberdayakan anggota tak sekadar pengumpulan dana.

Hal itu dapat menjadi nilai tambah agar koperasi kredit bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Laporan adanya peningkatan baik dari segi aset, modal, dan anggota KSP Kopdit Swasti Sari menunjukkan wujud nyata koperasi kuat telah menerapkan strategi lima tahun mendatang yang menjadi landasan bertindak di setiap progam kerja.

"Yang tidak kalah penting seperti tertuang dalam tema yakni memperkuat ekonomi rumah tangga melalui usaha produktif dan sektor riil anggota menjadi salah satu pemberdayaan anggota yang nyata sehingga penyerapan dana yang dikumpulkan anggota menjadi contoh serta wujud nyata di dalam aktivitas koperasi," tandasnya.

Gubernur NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Provinsi NTT, Johanis Mau menyampaikan proficiat atas terselenggaranya RAT XXXII Tahun Buku 2020.

Gubernur NTT berharap, KSP Kopdit Swasti Sari dapat melakukan digital finansial ekosistem. Pemerintah NTT senantiasa melakukan pembinaan, pengawasan, dan penilaian kesehatan termasuk upaya peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan bagi pengurus, pengawas, pengelola, dan anggota koperasi.

Hal itu merupakan wujud kepedulian pemerintah menciptakan koperasi berkualitas. Dalam rangka mendorong pertumbuhan dan perkembangan koperasi, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain pengurus dan pengawas koperasi meningkatkan kompetensi diri sebagai modal dasar mengelola dan meningkatkan daya saing koperasi.

Kedua, pengurus dan pengawas juga harus memiliki komitmen untuk maju dan mengelola usaha secara efektif dan efisien.

Selanjutnya, anggota berperan aktif dengan cara menyimpan, meminjam, dan mengembalikan sehingga kesejahteraan semua anggota dapat terwujud sesuai harapan.

Berikutnya, koperasi wajib mengedepankan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat secara umum di NTT. Tantangan koperasi adalah kualitas, sehingga perlu kerja sama dan semangat semua pihak terkait baik pemerintah, pengurus, pengawas, karyawan, dan anggota.

"Harapan Pemerintah Provinsi NTT adalah koperasi dapat menjawab tantangan yang dihadapi di reformasi total koperasi di era revolusi industri 4.0. Koperasi perlu memiliki kemampuan daya saing tinggi dengan dukungan program digitalisasi," kata Johanis.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PRA RAT dan RAT XXXII Tahun Buku 2020, Yohanes Sason Helan dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan yang diutamakan KSP Kopdit Swasti Sari adalah sektor riil; bagaimana usaha produktif anggota.

Dalam momen RAT XXXII KSP Kopdit Swasti Sari itu diberikan pula penghargaan (award) bagi karyawan dan anggota potensial; anggota yang disiplin menyimpan, anggota yang disiplin mengembalikan angsuran, dan anggota dengan simpanan terbesar. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved