Jumat, 1 Mei 2026

Parodi Situasi

Parodi Situasi: Menanti Bupati 26 Feruari 2021

Jika tidak ada aral merintang hari Jumat 26 Februari 2021 akan menjadi hari bersejarah bagi Benza

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang 

POS-KUPANG.COM - Jika tidak ada aral merintang hari Jumat 26 Februari 2021 akan menjadi hari bersejarah bagi Benza. Hari yang ditunggu-tunggu banyak orang segera tiba.

Dirinya akan dilantik menjadi orang nomor satu. Dibayangkannya dirinya mengenakan pakaian dinas resmi serba putih mulai dari ujung kaki sampai ke kepala. Hatinya tergetar memohon dengan sungguh-sungguh dalam hatinya. "Semoga saya sanggup menjadi pemimpin dengan pikiran dan hati putih."
***
"Bagaimana perasaanmu Benza?" tanya Jaki. "Kamu pasti tampil gagah perkasa. Serba
putih seputih hatimu menerima tanggung jawab besar untuk membawa masyarakatmu mencapai
keadilan sosial," demikan Jaki memasang jurus ambil perhatian.

Rachel Vennya: Panik

"Menurutmu apa yang mesti saya lakukan dalam seratus hari kerja," tanya Benza.

"Mutasi!" jawab Jaki tanpa pikir panjang. "Mutasi itu manusia-manusia yang tidak
dukung selama masa kampanye. Mutasi itu mereka yang terang-terangan maupun yang gelap-
gelapan mendukung paslon lain. Mutasi saja orang-orang yang kamu anggap bukan orang dekat.
Tendang jauh-jauh ke ujung bumi. Bila perlu nonjobkan," Jaki berapi-api.

Kabar Gembira, Dua Pasien Covid-19 di Nagekeo Dinyatakan Sembuh

"Siapa menurutmu orang pertama yang masuk daftar mutasi?" tanya Benza.

"Nona Mia!" jawab Jaki dengan entengnya. "Sombong sekali. Mentang-mentang pintar,
sekolah tinggi, punya jabatan. Wah, kalau bicara selalu saja susah dibantah karena ya memang
Nona Mia hebat kinerjanya bagus. Tetapi ah, saya tidak suka!"

"Nona Mia itu cerdas dan biarkan dia tetap dengan jabatannya sekarang. Bahkan saya
rencanakan jabatan yang lebih tinggi baginya. Naik eselon untuk bersama saya membangun
bangsa ini," kata Benza dengan tenang.
***
Jaki merasa terpojok. Dirinya menyangka mental Benza sama dengan mentalnya Rara,
istri Rara, saudara-saudara Rara, dan orang-orang di sekeliling Rara. Karena termasuk orang
dekat Rara ketika itu, dia memiliki kesempatan untuk bisik-bisik nama-nama yang perlu
dimutasi.

Bahkan Rara tega mutasi saudaranya sendiri hanya karena benci dan merasa tidak
didukung.

Hal ini berkat desakan dari istri Rara. Istri Rara dapat bisikan dari Jaki. Begitulah
ceritanya Jaki menjadi pembisik nomor satu selama Rara menjadi orang nomor satu. Jaki
menyangka dengan cara yang sama dia dapat mempengaruhi Benza.

"Bagaimana caranya supaya Nona Mia dimutasi?" Jaki memohon dukungan Rara.
"Saya angkat tangan," jawab Rara.

"Apa maksudmu?" tanya Jaki dengan kesal.

"Benza bukan tipe bupati yang haus kekuasaan. Benza bukan tipe bupati yang percaya
bisik-bisik. Dia cerdas, sopan santun, punya integritas, obyektif, wawasan luas, dan sangat yakin
bahwa dia adalah pemimpin bukan penguasa," jawab Rara sambil tertunduk.
"Oh begitu? Jadi kamu menyerah?" sambar Jaki.

"Saya juga sebenarnya bukan tipe penguasa. Saya menjadi penguasa ketika bisik-bisik
penuh kebencian dan balas dendam yang dibangun orang-orang terdekat. Akui sajalah Jaki.
Bukankah engkau juga salah satunya?"

"Oh, jadi kamu mau biarkan Nona Mia dapat jabatan penting di Kabupaten?" Jaki marah.
"Dia cerdas dia pantas!" jawab Rara. "Saya yakin orang-orang di seputar Benza juga
orang-orang yang cerdas dan pantas."

"Oh, jadi kamu tidak berani sama Nona Mia? Jadi kamu kalah sama Nona Mia? Sudahlah
kita paksa Benza untuk mutasi Nona Mia. Turun jabatan atau bila perlu nonjobkan!"
***
"Hai Jaki hai Rara," Nona Mia melambai.
"Hai Nona Mia," Jaki menyambut dengan ramah. "Saya dengar Benza akan pertahankan
kamu pada jabatan sekarang. Selamat ya. Bahkan saya sudah sampaikan ke Benza bahwa Nona
Mia harus naik eselon dua. Saya yakin Benza setuju."

"Benza undang kita bertiga," jawab Nona Mia sambil tersenyum manis. "Kita bertiga
dapat tempat VIP. Kita masuk dalam lingkaran keluarga."
"Pelantikan virtual kah?" tanya Rara.

"Ya. Virtual. Kita satu ruangan dengan bupati wabub dan keluarga," jawab Nona Mia
sambil memperhatikan wajah Jaki dan Rara lekat-lekat. Nona Mia sudah tahu apa yang
dipikirkan Jaki tentangnya. Syukur Benza bukan tipe penguasa. Benza adalah pemimpin.

Pemimpin itu melayani. Pemimpin itu mendengar. Pemimpin itu percaya diri. Pemimpin itu tahu
persis bagaimana mengawali demi kepentingan banyak orang. Pemimpin pun tahu bahwa ada
waktu untuk berakhir dan bagaimana mengakhirinya demi kepentingan rakyat.
***
"Hai, Pak Bupati!" Jaki, Rara, dan Nona Mia serentak menoleh saat Benza mendekat.
"Datang ya pada hari pelantikan nanti," kata Benza sambil menganggukkan kepala,
membungkukkan badan, dan mengatupkan kedua tangan di dada.

Masker tidak dilepaskan seperti Nona Mia. Jaki dan Rara pun segera memakai masker dan menjaga jarak aman. "Selamat ya Pak Bupati!"

"Mudah-mudahan bisa bertemu, 26 Februari nanti!". (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved