Berita VIRAL Terkini

Kisah Mantan Karyawan Bikin Kasino Bernilai Rp 96 Triliun Guncang, Bongkar Rahasia Dapur Perusahaan

Eks Karyawan Bikin Kasino Bernilai Rp 96 Triliun Guncang, Bongkar Rahasia Dapur Perusahaan Perusahaan kasino terbesar Australia Crown Resort milik

Editor: Ferry Ndoen
cacebook
Kisah Mantan Karyawan Bikin Kasino Bernilai Rp 96 Triliun Guncang, Bongkar Rahasia Dapur Perusahaan . Resor Hotel Crown Sydney berlantai 75 di Barangaroo, Sydney (gedung paling tinggi kiri) 

POS KUPANG.COM-- - Kisah Eks Karyawan Bikin Kasino Bernilai Rp 96 Triliun Guncang, Bongkar Rahasia Dapur Perusahaan 

Perusahaan kasino terbesar Australia Crown Resort milik miliarder James Packer berada dalam posisi sulit setelah mantan karyawan yang dipecat membongkar borok perusahaan.

Tiga direksi Crown sudah mundur setelah hasil penyelidikan tim yang dibentuk negara bagian New South Wales (NSW) menemukan fakta yang disampaikan mantan karyawannya ternyata benar.

Akibatnya pemerintah negara bagian NSW menunda pemberian izin pembukaan Resor Hotel Crown Sydney di Barangaroo, Sydney yang semula direncanakan pada bulan ini.

Resor Hotel Crown Sydney di Barangaroo, Sydney berada di gedung tertinggi Australia 75 lantai.

Kini para pemegang saham Crown juga sudah mulai berpikir menggugat direksi Crown karena dianggap melakukan bisnis yang dilarang pemerintah Australia.

Ini Dia The Babbies, Andalan Baru Indonesia di Bulutangkis Sektor Ganda Putra

Kesulitan yang dialami Crown bermula setelah Jenny Jiang, satu dari 19 karyawan Crown Resort di Shanghai ditangkap aparat China Oktober, 2016. 

Meski Persiapan Tak Ideal, Persebaya Surabaya Ikut Piala Menpora 2021, Ini Kata Pelatih Bajul Ijo

Mereka dipenjara karena divonis melanggar undang-undang perjudian Tiongkok.

Setelah dibebaskan, Jenny Jiang mengaku trauma.

VIRAL - Hantu Pocong, Kuntilanak Rudapaksa PRIA di Gubuk, Celana Basah Dikejar Anjing, HILANG

Namun, bukannya didukung oleh atasannya, Jenny Jiang malah dipecat.

Jenny Jiang meminta agar Crown mengakui kesalahannya dan memberikan kompensasi, tidak hanya atas hilangnya pekerjaan dan penghasilannya, namun juga atas penderitaan psikologis yang dialaminya.

"Saya bisa bilang kalau ini telah mengacaukan hidup saya," ungkap Jenny Jiang pada acara televisi 7.30 tahun lalu.

"Saya [akan] memiliki catatan kriminal ini seumur hidup."

9 Penyebab SUAMI LEMAH di Ranjang, ISTRI Loyo MENANTI, Ini PEMICU Gairah Menurun,PRIA JanganAbaikan

Crown menawarkan uang sebesar $60,000 ( Rp 650 juta) kepada Jenny Jiang sebagai uang tutup mulut agar ia tidak lagi mengkritik perusahaan itu.

Namun, Jenny Jiang menolak tawaran tersebut.

Jenny Jiang (abc)
Menanggapi serangan publik, pimpinan perusahaan tersebut mengatakan jumlah uang yang telah diminta dan "tidak berhasil didapatkan" Jenny Jiang adalah senilai "50 kali lipat gajinya".

Namun, perusahaan tersebut tidak menyebutkan bahwa gaji satu tahun Jenny Jiang adalah sebesar $27,000 (Rp292 juta) per tahun, yang di bawah rata-rata.

Kiper Persib I Made Wirawan Berharap Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021 Bisa Terwujud, Info SPORT

"Mereka mengatakan di koran kalau saya 'mata duitan' dan apapun yang saya katakan adalah dusta," ujar Jenny Jiang.

"[Perkataan] itu betul-betul menghancurkan hati saya."

Ini Dia The Babbies, Andalan Baru Indonesia di Bulutangkis Sektor Ganda Putra

Jenny Jiang meminta $1 juta (Rp 11 miliar), sebagai biaya hidupnya karena seorang warganegara China dengan catatan kriminal, dia tak punya prospek mendapatkan pekerjaan lagi.

Seandainya diberikan, Jenny Jiang pasti akan tutup mulut tentang rahasia Crown.

Jenny Jiang terpaksa membeberkan rahasia mantan perusahaan tempat kerjanya dan berhasil mengguncangkan perusahaan milik konglomerat Australia itu.

Alasannya sederhana, Jenny Jiang  hanya ingin agar perusahaan itu bertanggung jawab atas tindakannya.

Jenny Jiang pertama kali memutuskan untuk berbicara kepada publik di program berita Australia '60 Minutes' di tahun 2019.

Ceritanya yang menarik menjadi cikal bakal dari seri berita investigatif yang dikerjakan oleh wartawan Channel  Nine, yaitu Nick McKenzie, Nick Toscano, dan Grace Tobin.

Ia menceritakan bagaimana Crown memperlakukan pegawainya selama ini setelah ia dipenjara, yaitu seperti "kain bekas pakai yang biasa dibuang ke tempat sampah".

Kesaksian Jenny Jiang di Program '60 Minutes' dan laporan di koran membongkar bukti bagaimana Crown telah "mempermudah tindakan pencucian uang" melalui rekening bank mereka, casino Melbourne, serta bekerja sama dengan kelompok pesta yang memiliki hubungan dengan kelompok kriminal terorganisir.

Pemberitaan ini membuat Badan Pengawas Perjudian New South Wales untuk memerintahkan penyelidikan atas tuduhan yang diberikan dan menunjuk mantan hakim Pengadilan Tinggi, Patricia Bergin, sebagai kepala penyelidikan.

Respons Crown terhadap berita di tahun 2019 sangatlah cepat dan agresif.

Pimpinan perusahaan tersebut menerbitkan iklan satu halaman penuh di sebuah koran lokal, menyerang proses jurnalistik berita investigasi tersebut dengan ungkapan "pemberitaan yang tidak seimbang dan sensasional", serta "berdasarkan tuduhan tanpa dasar, dilebih-lebihkan, tidak nyambung, dan palsu".

Logo Crown Resort (facebook)
Hampir dua tahun setelahnya, laporan akhir Komisioner Bergin memeriksa dan menetapkan hampir setiap tuduhan yang dipublikasikan media terbukti.

kasino Mantan Karyawan Bikin Kasino Bernilai Rp 96 Triliun Gunca
Kisah Mantan Karyawan Bikin Kasino Bernilai Rp 96 Triliun Guncang, Bongkar Rahasia Dapur Perusahaan . Resor Hotel Crown Sydney berlantai 75 di Barangaroo, Sydney (gedung paling tinggi kiri)

Dalam laporan akhir Komisioner Bergin, Crown dianggap "berperilaku sembrono" di China, karena "lebih mengejar keuntungan daripada kesejahteraan pegawai di China".

Laporan akhir Komisioner Bergin merupakan bentuk pemulihan nama baik atas pekerjaan jurnalistik media.

Sekaligus laporan akhir Komisioner Bergin telah menampar Crown, yang juga menyerang Jenny Jiang di iklan koran dengan ungkapan "aib atas karakter korporat Crown".

Jenny Jiang baru-baru ini mengajukan tindakan hukum terhadap Crown dan masih menunggu permintaan maaf pihaknya atas tuduhan bahwa dirinya adalah "mata duitan" dan dibayar untuk bercerita.

Crown Resorts Limited adalah konglomerat yang mengelola perjudian dan hotel terbesar di Australia yang pada April 2018, memiliki kapitalisasi pasar lebih dari A $ 8.7 miliar (Rp 96 triliun).

Di Australia, Crown memiliki dan mengoperasikan dua resor terintegrasi terkemuka di Australia, Crown Melbourne dan Crown Perth.

Konglomerat ini tengah merampungkan pembangunan Resor Hotel Crown Sydney di Barangaroo Sydney dan One Queensbridge di Melbourne.

Crown memiliki dan mengoperasikan Crown Aspinalls di London, salah satu kasino berlisensi kelas atas di distrik hiburan West End.

Crown juga memegang 50% saham di Aspers Group yang berbasis di Inggris dan 20% di Nobu.

Crown juga mengelola situs taruhan dan games digital, termasuk Betfair Australasia (100%), DGN Games (85%), dan Chill Gaming (50%). (abc news indonesia)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Kisah Mantan Karyawan Bikin Kasino Bernilai Rp 96 Triliun Guncang, Bongkar Rahasia Dapur Perusahaan, https://medan.tribunnews.com/2021/02/21/kisah-mantan-karyawan-bikin-kasino-bernilai-rp-96-triliun-guncang-bongkar-rahasia-dapur-perusahaan?page=all.

Editor: Tariden Turnip

Kisah Mantan Karyawan Bikin Kasino Bernilai Rp 96 Triliun Guncang, Bongkar Rahasia Dapur Perusahaan . Resor Hotel Crown Sydney berlantai 75 di Barangaroo, Sydney (gedung paling tinggi kiri)
Kisah Mantan Karyawan Bikin Kasino Bernilai Rp 96 Triliun Guncang, Bongkar Rahasia Dapur Perusahaan . Resor Hotel Crown Sydney berlantai 75 di Barangaroo, Sydney (gedung paling tinggi kiri) (cacebook)
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved