Breaking News:

Berita Kota Kupang Terkini

Pedagang Pasar di Kupang Pertanyakan Dasar Hukum Kenaikan Sewa Lapak

ketika kondisi pasar dalam keadaan sepih akibat pandemi yang akan mempengaruhi omset penghasilan, sehingga kebijakan ini perlu di kaji ulang.

foto/irfan hoi
Tampak Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -  Polemik rencana kenaikan sewa lapak oleh perusahan daerah ( PD ) pasar menuai protes dari sejumlah pedagang pasar.

Seorang pedagang, Yos mengaku, tanggal 24 Desember 2020 dirinya menerima surat pemberitahuan dari direksi PD kota Kupang tentang kenaikan sewa lapak di pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi, kota Kupang.

Dalam surat, dikatakan tanpa dilengkapi dengan dasar hukum dan juga nominal harga kenaikan serta pemanfaatan uang dari kenaikan harga sewa lapak tersebut.  Hal ini yang membuat Yos dan pedagang lainnya geram lalu mendatangi pihak PD Pasar.

"Tanggal 15 Februari 2021 kami ke PD Pasar untuk menanyakan tiga hal, dasar hukum kenaikan, kenapa tidak di cantumkan nominal pada surat itu dan peruntukan dari hasil sewa itu akan dibuat apa uang tersebut" Sambung Yos ketika hubungi POS-KUPANG.COM, Sabtu(20/2)

Ia juga mengungkapkan, bahwa pihak PD pasar, pada saat bertemu perwakilan pedagang pasar tidak bisa memberikan keterangan terkait dengan dasar hukum kenaikan harag sewa lapak, sehingga ia bersama perwakilan pedagang mendatangi DPRD kota Kupang untuk mengadukan hal ini pada Jumat (19/2).

"Mereka tetap bertahan, bahwa ada kenaikan, sehingga kami bawah ini ke DPRD dan pemkot. PD Pasar itu harus tahu, pendapat kami ini lagi minim dan pasar sepih pembeli, apa lagi covid begini" ujarnya.

Diuraikannya, sebelum kenaikan pihak PD pasar tidak melakukan sosialisasi ataupun mendiskusikan hal ini bersama pedagang, sehingga menurut Yos, perlu dipikirkan lagi oleh PD pasar sebelum menaikan harga sewa lapak.

Dirinya juga membeberkan sejumlah hal dalam pasar, diantaranya kenaikan uang kebersihan dari sebelumnya Rp 15.000 menjadi Rp 30.000 per bulan dan juga uang harian sebesar Rp 2.000. Kondisi ini, kata Yos, harus juga dibarengi dengan pelayanan semisal penambahan toilet bagi pedagang.

ANDA SUAMI CERDAS - Pegang di 7 Titik Ini Bikin Wanita Mudah Orgasme, Taktik Menakuti MUNCRAT Info

Ia juga mengkritisi pihak PD pasar yang tidak melihat kondisi pasar namun justru secara sepihak menaikan harga sewa lapak yang justru akan memberatkan pedagang.

Piala Menpora 2021 Digelar, Marco Gracia Paulo Puji PSSI, PT LIB dan Menpora, SIMAK Yuk INFO

"Kami semua di pasar Oebobo belum bayar. Dari direksi minta kalau tidak bayar ya keluar, termkasud bangunan yang dibuat pedagang dibagian depan lapak. Mereka juga sarankan, kalau bisa bayar dulu 50 persen. Tapi kondisi begini tidak bisa dinaikan begitu saja" jelas Yos, yang sejak 2011 lalu menempati lapak di pasar Oebobo.

Kapolsek CANTIK Kompol Yuni Terjerat Narkoba, Kapolri TERBITKAN 11 Instruksi kepada Kapolda,PENTING

Sebelumnya, sejumlah pedagang di dua pasar yaitu pasar Oebobo dan pasar Inpres Naikoten, mengeluhkan kenaikan sewa lapak yang menurut para pedagang tidak relevan ketika kondisi pasar dalam keadaan sepih akibat pandemi yang akan mempengaruhi omset penghasilan, sehingga kebijakan ini perlu di kaji ulang. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Tampak Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Tampak Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. (foto/irfan hoi)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved