Breaking News:

Berita Belu Terkini

Cegah Penyakit ASF, Dinas Peternakan Belu Pantau Pemasukan Ternak Babi Dari Luar Belu, Simak INFO 

saat ini Kabupaten Belu mulai aman dari penyakit ASF sedangkan yang bergejolak adalah Sumba dan Flores. Untuk mencegah masuknya penyakit, pemerintah

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KADIS--Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA-----Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus memantau para pengusaha dan pedagang babi yang melakukan pemasukan ternak babi ke Kabupaten Belu.

Sebab, saat ini Kabupaten Belu mulai aman dari penyakit ASF sedangkan yang bergejolak adalah Sumba dan Flores. Untuk mencegah masuknya penyakit, pemerintah mempertegaskan kembali kepada pengusaha dan pedagang agar tidak melakukan aktivitas pemasukan ternak babi dari luar ke Kabupaten Belu.

"Sekarang Timor, termasuk Belu sudah mulai aman, Flores dan Sumba yang bergejolak. Yang kita pikirkan bagimana larangan pemasukan ternak babi dan produk babi dari Flores dan Sumba ke Timor", kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri
 

"Dulu larangan seperti itu dibuat pemerintah dari daratan Sumba dan Flores karena saat itu kasud ASF di Timor tinggi. Sekarang Timor sudah mulai aman, jadi supaya putus mata rantai penyebaran penyakit, kita mesti larang pemasukan ternak babi dari Flores dan Sumba. Karena kalau kena satu itu riskan", ungkap Niko Birri.

Menurut Niko Birri, data terakhir kematian babi di Kabupaten Belu sampai Oktober 2020 dengan total 7.613 ekor yang tersebar merata di 12 kecamatan. Setelah Oktober sampai saat ini tidak ada lagi kematian babi akibat terserang penyakit ASF

"Jika ada babi yang mati, itu karena penyakit lain akibat perubahan musim bukan karena ASF", ujarnya.

Niko Birri mengatakan, sesuai data dinas, populasi ternak babi di Kabupaten Belu sampai Desember 2020 sebanyak 52 ribu ekor tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Belu. Data kematian ternak babi akibat terserang penyakit ASF sebanyak 7.613 ekor. Namun dinas memperkirakannya lebih karena ada ternak mati yang tidak sempat dilaporkan pemiliknya kepada petugas.

"Yang terdata oleh petugas 7.613 ekor, tapi kami perkirakan lebih dari itu karena ada babi mati yang tidak sempat terdata karena pemiliknya tidak menginformasikan dan ada babi dibunuh untuk makan atau raka", jelas Umbu Birri. (jen).

Bupati Kapolres Dandim Lauching Kampung Tangguh, Warga Pulau Ende Antusias Cegah Covid-19, INFO

Kepala Dinas Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri
Kepala Dinas Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri (POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved