Breaking News:

Bantuan Hukum Bagi Anak Perempuan Pelaku Pembunuhan di TTS

Seorang gadis 16 tahun di Desa Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS), NTT yang menjadi pelaku pembunuhan

Bantuan Hukum Bagi Anak Perempuan Pelaku Pembunuhan di TTS
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Advokat, Amos Aleksander Lafu, SH.MH

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Seorang gadis 16 tahun di Desa Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS), NTT yang menjadi pelaku pembunuhan terhadap pria yang memperkosanya kini mendapat bantuan hukum.

Kantor advokat Amos Aleksander Lafu, SH.MH dan rekan siap memberikan bantuan hukum gratis bagi anak perempuan bawah umur itu.

"Sebagai Advokat yang juga menjadi bagian dari penegak hukum secara prinsip kita prihatin dengan kasus ini. Karena terlepas dari anak ini diduga telah melakukan sebuah tindak pidana, tapi ia melakukan pembunuhan karena sebuah keadaan terpaksa, yaitu upaya membela diri," ujarnya kepada wartawan, Jumat (19/2/2021).

Bank NTT Salurkan 450 Unit Rumah Kuota FLPP di Semester Pertama Tahun 2021,

Menurut Amos, pendampingan hukum secara gratis itu guna memastikan hak-hak anak tetap terjaga selama proses hukum yang dilakukan.

"Pada prinsipnya kita menghargai proses hukum yang sedang dilakukan oleh unit PPA Polres TTS tetapi terlepas dari itu, pelaku ini masih tergolong anaksehingga dalam hukum dikategorikan sebagai alasan pembenar yang dapat menjadi dasar penghapusan pidana," kata Amos.

Siviardus Marjaya : NTT Masuk Urutan Ketiga Daerah Termiskin di Indonesia Karena Banyak Indikator

Ia menambahkan, pendampingan gratis ini merupakan tradisi subsidi silang yang sering dilakukan ia bersama timnya.

"Ssetiap tahun kita selalu melakukan metode yang namanya subsidi silang yaitu terhadap perkara-perkara tertentu kita selalu memberikan pendampingan hukum secara gratis. Ini bagian dari pengabdian kepada masyarakat pencari keadilan. Ini misi kemanusiaan," tandasnya.

Sebelumnya, seorang anak bawah umur berinisial B (16) ditetapkan sebagai tersangka setelah membunuh NB (48), pria yang hendak memperkosanya.

Berdasarkan keterangan dari anak perempuan tersebut, terungkap jika pelaku terpaksa membunuh NB karena NB memaksa pelaku untuk berhubungan intim, saat bertemu di hutan mencari kayu bakar.

NB pun memukul dan memaksa anak perempuan tersebut. Karena membela diri, pelaku pun membunuhnya dan meninggalkan mayat korban itu di hutan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved