Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Kamis 18 Februari 2021: JADI LILIN

Sehari setelah Rabu Abu, kita dihadapkan dengan teks yang berisi "Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia".

Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Kamis 18 Februari 2021: JADI LILIN (Lukas 9:22-25)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Sehari setelah Rabu Abu, kita dihadapkan dengan teks yang berisi "Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia". Penginjil Lukas mencatat pemberitahuan Yesus tentang penderitaan yang akan dialami-Nya dan syarat-syarat bagi siapa saja yang mau mengikuti-Nya.

Tentang sengsara yang akan dialami-Nya, Yesus berkata, "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga" (Luk 9:22).

Yesus menggunakan sebutan "Anak Manusia", sebab Ia ingin menegaskan hakikat-Nya sebagai manusia tulen, tetapi sekaligus sebagai seorang yang berkuasa ilahi.

Dalam kitab Daniel, seorang manusia yang berkuasa ilahi itu diberi kehormatan dan kekuasaan sebagai raja, sehingga orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya akan bertahan selama-lamanya, pemerintahannya tidak akan digulingkan.

Namun dalam pemberitahuan Yesus, sengsara Anak Manusia tampak sangat tragis. Diri-Nya sebagai Anak Manusia akan disengsarakan bahkan dibunuh oleh orang-orang yang sehari-hari dekat dengan Tuhan, berkecimpung dalam dunia agama.

Yesus mengetahui sepenuhnya nasib tragis yang akan menimpa-Nya. Tapi Ia tidak goyah, gentar, takut. Ia malah berseru kepada semua orang sepanjang masa yang mau mengikuti-Nya, supaya mereka tak ragu-ragu kehilangan nyawa demi Dia.

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku" (Luk 9:23).

Memang ancaman terhadap hidup fisik, lebih-lebih bahaya kematian itu menakutkan hati setiap orang. Tetapi ada hal lain yang jauh lebih menakutkan dan membinasakan, yakni kalau orang hidup bagi dirinya sendiri. Kalau pikiran dan rencananya satu saja: asal saya bahagia, puas, berpunya, dihormati, berkuasa, dan sebagainya.

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved