Breaking News:

Ketua ISAA NTT Sebut Dunia Usaha Mengalami Pailit

Semua usaha atau aktivitas ekonomi terpukul. Sektor riil seperti rumah-rumah makan, toko-toko atau kios-kios nyaris tak berdaya

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Keagenan Kapal Indonesia atau Shipping Agencies Association (ISAA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Usman Husin 

Ketua ISAA NTT Sebut Dunia Usaha Mengalami Pailit

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Keagenan Kapal Indonesia atau Shipping Agencies Association (ISAA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Usman Husin, mengatakan, dunia usaha kini berada pada titik terendah. Penyebabnya, yakni pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.

Usman mengatakan hal ini ketika ditemui Pos-Kupang.com di Kupang, Kamis (18/2/2021).

Menurut Usman, pandemi Covid-19 yang nyaris setahun berjalan ini telah menjadikan ekonomi masyarakat pailit.

Semua usaha atau aktivitas ekonomi terpukul. Sektor riil seperti rumah-rumah makan, toko-toko atau kios-kios nyaris tak berdaya karena tak didatangi lagi konsumen. Karena itu butuh kerja sama untuk memutus matarantai menyebarannya.

Pandemi ini kata dia, harus segera berlalu agar dapat memberi ruang tumbuh kembali aktivitas masyarakat di bidang ekonomi.

Direktur PT Sinar Samudera Selatan, ini berharap ketika semua pihak bersatu melawan virus ini, maka menjadi garansi atau jaminan ekonomi dapat menggeliat kembali.

Hal yang mendasar bagi lelaki asal Kabupaten Rote Ndao, ini yakni butuh kesadaran yang kolektif dari masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan.

Sejauh pengamatan Usman, masih banyak masyarakat yang acuh tak acuh bahkan masa bodoh dengan situasi ini. Karena tak mengikuti protokol kesehatan, Usman mengatakan, tingkat penyebaran virus semakin menanjak di NTT pada awal tahun 2021 ini.

“Dibutuhkan kesadaran yang kolektif dari masyarakat. Juga kebijakan dari pemerintah,” katanya. Sebab kata Usman, tak bisa dihindari gejolak inflasi yang sungguh terasa akhir-akhir ini. Di sisi lain, daya beli masyarakat menurun drastis karena aktivitas ekonomi yang tak berjalan normal ini.

Ia juga menyebut pendapatan per kapita masyarakat juga sangat kecil bila dibandingkan masa sebelum pandemi.

Ketika ditanya dampak atas usaha perkapalan, adik kandung Saleh Husin, mantan Menteri Perindustrian RI, ini mengatakan, dampaknya kurang terasa.

Ratusan Babi Terserang ASF di Kabupaten Mabar, Kadis PKH Sebut Peternak Harus Terapkan Biosekuriti 

Lengkapi P19, Penyidik Kirim Berkas 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Landscape Kantor Bupati TTS

Sebab kata dia, dari total muatan kapal ternak masih berkisar 600 ekor ternak sapi per kapal yang dikirim dari NTT ke berbagai daerah di tanah air. Meski demikian kekhawatiran lamanya pandemi Covid-19 ini akan memengaruhi semua sektor. (Laporan Reporter Pos Kupang.com, Paul Burin).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved