Sabtu, 11 April 2026

Cegah Virus ASF, Pemprov NTT Minta Seluruh Bupati Revitalisasi Puskeswan 

mantan kepala Kesbangpol juga mengaku menyurati seluruh bupati agar gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap warga

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Plt Kepala Dinas Peternakan NTT, Yohana Lisapali 

Cegah Virus ASF, Pemprov NTT Minta Seluruh Bupati Revitalisasi Puskeswan 

POS-KUPANG.COM| KUPANG-- Plt. Kadis Peternakan NTT, Yohana Lisapali meminta bupati seluruh NTT agar segera mengoptimalkan dan merevitalisasi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) guna mencegah penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. 

Selain mengoptimalkan Puskeswan, mantan kepala Kesbangpol juga mengaku menyurati seluruh bupati agar gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap warga demi memutuskan mata rantai penyebaran virus ASF

Saat ini, kata dia, pemerintah pusat telah menyalurkan logistik untuk Pemprov NTT berupa disinfektan, suplemen dan alat pelindung diri bagi petugas peternakan di lapangan. 

"Untuk melokalisir virus ini ya, hanya dengan cara pencegahan. Masyarakat khususnya peternak harus diberi sosialisasi agar babi yang mati harus dikubur, kandang harus bersih dan pemberian pangan yang baik," ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/2/2021).

Menurut dia, saat ini dinas peternakan gencar melakukan edukasi ke masyarakat tentang cara memutuskan mata rantai penyebaran virus ASF. Langkah edukasi itu juga dilakukan lewat siaran radio, poster hingga pengawasan di pintu keluar masuk NTT. 

"Ada tiga langkah pencegahan yakni, koordinasi, informasi dan edukasi (KIE). Petugas kami di lapangan juga gencar melakukan penyemprotan di kandang. Karena kandang harus bersih. Jika mati, harus dikuburkan. Kita terus beri arahan pencegahan," katanya. 

Ia menjelaskan, penyebaran virus ASF itu bermula dari Timor Leste pada September 2019 lalu. Sekitar Januari 2020 virus ASF mulai masuk ke NTT di Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. 

"Awalnya di daratan Timor, tapi sejak September 2020 mulai berkurang," jelasnya. 

Setelah penyebarannya di daratan Timor mulai berkurang, di awal Januari 2021 virus ASF mulai masuk ke daratan Flores yakni di Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Bahkan, saat ini virus ASF mulai masuk ke Kabupaten Manggarai Timur. 

"Dari laporan di bulan Januari, untuk Flotim ada 11.781 ekor babi yang mati. Sedangkan Lembata 462 ekor dan Manggarai Timur 295 ekor. Di bulan February belum ada laporan.

Selain mengirim logistik ke daerah terdampak virus ASF, dinas peternakan juga menerjunkan tenaga lapangan guna melakukan penanganan. 

Beda Versi Penyidik Polres Lembata, Aiptu Doni Ungkap Kasus Watodiri: Saya Berani Tanggung Jawab 

PLTU Ropa Ende Produksi 40 Ribu Batako dari Faba Bisa Untuk Bedah Rumah Masyarakat Miskin

"Sudah ada koordinasi lintas sektor TNI, Polri, tokoh masyarakat dan tokoh agama agar sama-sama melakukan langkah pencegahan. Penanganannya harus cepat, masyarakat perlu diedukasi," tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved