Breaking News:

Berita Kabupaten Belu Terkini

Petani di Lokasi Food Estate Rotiklot Belu Minta Pemerintah Bangun Saluran Primer

petani yang akan menggarap lahan sawah di lokasi food estate atau lumbung pangan Rotiklot, Kabupaten Belu meminta pemerintah agar segera membangun sal

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS BERTEMU PETANI---Menteri Pertanian RI, Dr H. Syahrul Yasin Limpo bertemu para petani Fatuketi, Kabupaten Belu di sawah saat kunkernya ke lokasi food estate, Kamis (11/2/2021).  

POS KUPAN.COM| ATAMBUA-----Para petani yang akan menggarap lahan sawah di lokasi food estate atau lumbung pangan Rotiklot, Kabupaten Belu meminta pemerintah agar segera membangun saluran primer dan sekunder dari Bendungan Rotiklot menuju persawahan. 

Pasalnya, lokasi persawahan yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak itu merupakan sawah tadahan atau sawah tadah hujan. Petani menggarap sawah hanya pada musim hujan, itupun tidak semua.

Hal ini disampaikan Fransiskus Moruk Loe (50), petani sawah dari Kelompok Tani Cinta Sahabat di Dusun Nera kepada wartawan, Selasa (16/2/2021). Katanya, petani sawah di hamparan Fatuketi itu merupakan sawah tadahan alias sawah tadah hujan. Untuk mengoptimalkan pengelolaan sawah tersebut, mereka mendapat pasokan air irigasi dari Bendungan Rotiklot namun saat ini belum dimanfaatkan.

"Kita harap air dari Bendungan Rotiklot tapi airnya belum alir ke sini. Katanya masih bangun saluran", kata Fransiskus.

Petani lainnya, David Foe meminta kepada pemerintah segera bangun saluran primer sehingga musim tanam kedua tahun ini bisa digarap.

"Ini semua sawah tadahan. Kalau musim kemarau tidak kerja. Kita tunggu hujan saja. Semoga cepat bangun saluran supaya air masuk ke sawah", harap anggota Poktan Satu Hati ini.

Menurut David, selama ini mereka mengolah sawah dengan prinsip-prinsip standar yang mereka biasa lakukan. Hasil produksinya hanya 5 ton per hektare. Padahal, sesuai penjelasan teknis dari dinas, produksi padi bisa 9-11 ton per hektare. 

Selain membangun saluran irigasi, Fransiskus dan David meminta kepada pemerintah untuk memberikan benih padi unggul dan pupuk. Mereka mengaku, selama ini mereka mendapat benih padi unggul namun tidak banyak.  Kemudian meminta alat pertanian seperti traktor dan obat-obatan. 

Kapolda NTT Pimpin Pelepasan Personil Brimobda NTT BKO Polda Papua : Tugas Adalah Suatu Kehormatan

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, potensi lahan food estate Rotiklot seluas 380 hektare dari luas Desa Fatuketi 5,080 hektare. Rencana pengembangan komoditi yaitu, musim tanam pertama (MT1) padi 350 hektare, MT2 palawija 200 hektare dan hortikultura 25 hektare.

Camat Waiblama : Masyarakat Tetap Dukung  Pembangunan Waduk Napun Gete

Rencana pengembangan food estate Rotiklot ini dilakukan 30 kelompok tani dengan jumlah anggota 493 orang. Terdapat 23 kelompok Tani yang belum dikukuhkan dengan jumlah anggota 345 orang. (jen).

Beredar Uang Kertas Timor Leste Bergambar Pakaian Adat Rote Ndao, Begini Penjelasan Pihak Konsulat

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS


BERTEMU PETANI---Menteri Pertanian RI, Dr H. Syahrul Yasin Limpo bertemu para petani Fatuketi, Kabupaten Belu di sawah saat kunkernya ke lokasi food estate, Kamis (11/2/2021). 
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS BERTEMU PETANI---Menteri Pertanian RI, Dr H. Syahrul Yasin Limpo bertemu para petani Fatuketi, Kabupaten Belu di sawah saat kunkernya ke lokasi food estate, Kamis (11/2/2021).  (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved