Breaking News:

Diperiksa di Kejati NTT Terkait Keterangan Palsu Saksi, Ini Penjelasan Bupati Manggarai Barat

Diperiksa di Kejati NTT terkait keterangan palsu saksi, ini penjelasan Bupati Manggarai Barat

POS-KUPANG.COM/Amar Ola Keda
Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula usai menjalani pemeriksaan di kantor Kejati NTT 

Diperiksa di Kejati NTT terkait keterangan palsu saksi, ini penjelasan Bupati Manggarai Barat

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula diperiksa penyidik Kejati NTT terkait keterangan palsu dua saksi yang dihadirkan dalam sidang praperadilan.

Selain Bupati Manggarai Barat, jaksa juga memeriksa isteri bupati, Maria A. Dadu, kerabat bupati Florianus Adu dan advokat Antonius Ali.

Pemeriksaan empat saksi itu guna mencari aktor intelektual di balik keterangan palsu, HF dan SZ yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Waspadai Serangan ASF Gelombang Kedua

Usai memberi keterangan kantor di Kejati NTT, Senin (15/2/2021), Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengaku dicecar 12 pertanyaan. Meski demikian, ia membantah membuat surat kesepakatan pengarahan saksi.

"Saya kurang tau, karena punya kesibukan lain. Tanya ke pengacara saja karena saya kurang ingat," ujarnya.

Fransiskus DJ Tulung, kuasa hukum bupati Manggarai Barat, ketika dikonfirmasi membenarkan, adanya pertemuan tersebut. Namun menurut dia, pertemuan tersebut bukan untuk membuat surat pernyataan pengarahan saksi, tetapi membahas proses sidang praperadilan yang sedang berjalan.

Sambut Semana Santa jadi event nasional, Bupati Flotim siap benahi dan gandeng pihak gereja

"Ia benar, ada pertemuan dan ada kesepakatan yang kemudian ditandatangani, tetapi hanya sebatas amunisi-amunisi untuk gugatan praperadilan. Saya mau perang, otomatis harus siapkan amunisi," katanya.

Dijelaskan, sebelum mengajukan gugatan praperadilan, seorang advokat pasti mempelajari celah hukum atau titik terkuat yang bisa ditempuh. Jika dianggap kuat maka ditempuh.

"Saya butuh saksi yang memiliki kualifikasi maka dipanggil keduanya. Yang mereka ketahui adalah lokasi tanah yang ada di Karangan sedangkan tanah yang di BAP penyidik sebelumnya di Torro Lema. Skrimis hukumnya ada disitu kemudian jaksa menilai ada pemberian kesaksian palsu sebagaimana yang tertuang dalam pasal yang dikenakan," jelasnya.

Menurut dia, istri bupati tidak memiliki peran apa-apa dalam pertemuan tersebut namun nampak terlihat dalam rekamam CCTV sehingga turut dipanggil untuk dimintai keterangannya.

"Ibu bupati ke toilet lalu melihat suaminya diatas. Namanya juga suami," ujarnya.

Terkait keterlibatan Ferdi Adu dalam pertemuan itu, menurut dia, kehadiran Ferdi hanya turut menyaksikan adanya penandatangan surat pernyataan tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved