Warga Belu Perbatasan RI-RDTL Serahkan Senjata Api dan Amunisi, Ini Spesifikasinya

diserahkan FL kepada Komandan Komoi Tempur (Dankipur) II Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Lettu Inf Ardian Purnama.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Seorang warga berinisial FL di Dusun Pot, Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu menyerahkan dua pucuk senjata api dan amunisinya kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB, Minggu (14/2/2021). 

Warga Belu Perbatasan RI-RDTL Serahkan Senjata Api dan Amunisi. Ini Spesifikasinya

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Seorang warga berinisial FL di Dusun Pot, Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu secara inisiatif menyerahkan dua pucuk senjata api dan amunisinya kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB.

Setelah dicek, senjata api yang diserahkan itu jenis SKS (No Jat TO 2166 O) satu pucuk dan senjata api Springfield satu pucuk. Sedangkan amunis yang diserahkan sebanyak 10 butir jenis Kaliber 7.62 mm. 

Dua pucuk senjata api dan 10 butir amunisi itu diserahkan FL kepada Komandan Komoi Tempur (Dankipur) II Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Lettu Inf Ardian Purnama.
 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol (Inf) Alfat Denny Andrian kepada wartawan, di Atambua, Senin (15/2/2021).

Menurut Dansatgas, warga berinisial 
FL (76) adalah anggota Veteran Timor-Timur. Ia menyimpan senjata dan amunisi tersebut hampir 20-an tahun atau sejak tahun 1999. Tempat penyimpanannya di lemari. 

Penyerahan senjata ini kata Dansatgas sebagai bukti kepercayaan warga perbatasan kepada TNI. Pasalnya, penyerahan senjata semacam ini sudah dilakukan yang sekian kali oleh warga perbatasan

Terpisah, Dankipur II Pos Koki Turiskain, Lettu (Inf) Ardian Purnama mengungkapkan kronologis penyerahan dua pucuk senjata tersebut. Hal itu bermula ketika personel Satgas secara rutin melaksanakan anjangsana dan berbagai kegiatan sosial termasuk penyuluhan Covid-19 yang turut dihadiri oleh Danramil Haekesak, Kapolsek dan Camat Lakmaknen termasuk Toga, Tomas dan Todat Lakmaknen.

Dari kegiatan tersebut, personel 
satgas melalui tim combat intel menghimpun berbagai informasi dari masyarakat.

Disinyali ada warga eks Veteran Timor-Timur masih menyimpan senjata yang pernah digunakan saat gejolak di Timor-Timur.

"Kami mengerahkan tim Combat Intel di Kompi Tempur II Pos Koki Turiskain Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB yakni Pratu Yosep Kristian Mola dan Pratu Agung Sena untuk secara rutin mencari dan memperoleh informasi sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan di perbatasan." jelasnya

Lanjut Andria, dari tim Combat Intel ini, ia mendapat laporan tentang kepemilikan senjata tersebut oleh FL (76) warga Dusun Pot, Desa Makir. 

Informasi tersebut dilaporkan kepada Pasi Intel Satgas, Lettu (Inf) Reza.  Atas saran Pasi Intel, Pos Turiskain melakukan anjangsana bersama staf Intel ke rumah FL (76), Januari 2021.

Namun saat itu hanya bertemu anaknya yakni HI (46). Dalam bincang-bincang, HI anak dari FL mengaku, ayahnya masih menyimpan senjata. 

Kebenaran informasi ini menjadi modal bagi satgas pamtas untuk melakukan pendekatan persuasif kepada FL lewat kegiatan anjangsana yang selalu melibatkan FL.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved