Breaking News:

Pemprov NTT Genjot Pariwisata Alor: Saleh Sebut 24 Desa jadi Dewi Bahari

Pemprov NTT melalui DKP mengusulkan 24 desa yang berada dalam KKPD Kabupaten Alor untuk ditetapkan sebagai desa wisata bahari ( Dewi Bahari)

POS KUPANG/SERVATINUS MAMILIANUS
Suasana di Pantai Pulau Kelor Labuan Bajo yang merupakan salah satu spot wisata yang digemari wisatawan. Gambar diambil beberapa waktu lalu. 

POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH Provinsi NTT ( Pemprov NTT) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP) mengusulkan 24 desa yang berada dalam Kawasan Konservasi Perairan Daerah ( KKPD) Kabupaten Alor untuk ditetapkan sebagai desa wisata bahari ( Dewi Bahari).

"Dengan usulan ini kita berharap 24 desa ditetapkan sebagai desa wisata bahari yang diharapkan berdampak pada peningkatan nilai tambah ekonomi dari pemanfaatan jasa lingkungan sumber daya kelautan dan perikanan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTT Wilayah Kabupaten Alor, Muhammad Saleh Goro, Sabtu (13/2/2021).

Ayu Ting Ting: Tepis Mahar

Usulan telah diteruskan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan pada akhir Januari 2021 oleh DKP Provinsi NTT setelah menerima usulan dari DKP NTT Wilayah Kabupaten Alor selaku Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) KKPD SAP Selat Pantar dan Laut Sekitarnya di Alor.

Saleh Goro menjelaskan 24 desa tersebut berada di dalam KKPD yang memiliki prospek pengembangan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, khususnya pariwisata alam perairan.

Ia mengatakan berbagai potensi wisata di kawasan itu seperti taman laut Selat Pantar dengan 34 titik menyelam, wisata berbasis spesies berupa dugong jinak, lumba-lumba, hiu tikus, paus.

24 KK di Waiblama Belum Dapat Pembayaran Lahan Pembangunan Bendungan Napun Gete

Selain itu terdapat gugusan pulau-pulau kecil yang eksotik serta berbagai potensi kelautan dan perikanan di dalamnya.

Saleh Goro mengatakan untuk meningkatkan daya guna potensi kelautan dan perikanan di Alor, pihaknya telah membuat satu rancangan besar pengembangan destinasi pariwisata alam perairan dan perikanan yang terkoneksi dengan kawasan wisata darat berbasis desa, adat, dan agama.

Pengembangan difokuskan pada wilayah KKPD karena hampir 80 persen garis pantai Kabupaten Alor masuk dalam kawasan ini. Dengan demikian, kata dia, ketika dikembangkan maka dapat menarik kegiatan ekonomi lainnya untuk terlibat di dalamnya.

Ia menambahkan pengembangan KKPD Selat Pantar dan laut sekitarnya di Kabupaten Alor juga melibatkan masyarakat desa setempat. "Pelibatan ini penting karena ada beberapa lokasi dalam kawasan ini yang masih sangat rawan munculnya praktik pengeboman ikan," katanya.

Saleh Goro berharap desa-desa di dalam kawasan bisa ditetapkan sebagai desa wisata bahari sehingga dikembangkan secara fokus dan masif untuk memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved