Breaking News:

Dua Pekerja Migran Indonesia Asal NTT Meninggal di Malaysia, Diduga Ada TPPO

Dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Yustika Ataplay (43 tahun) asal Alor dan Aberlay Inacio asal Desa Litamali

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
ISTIMEWA
Gabriel Goa 

Dua Pekerja Migran Indonesia Asal NTT Meninggal di Malaysia, Ada Dugaan TPPO

POS-KUPANG.COM - Duka kembali menimpa Keluarga Besar Flobamora. Dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Yustika Ataplay (43 tahun) asal Alor dan Aberlay Inacio asal Desa Litamali, Kobalima, Malaka, meninggal dunia di Malaysia.

Menurut siaran pers PADMA Indonesia, yang disampaikan Gabriel Goa (Dewan Pembina Lembaga PADMA INDONESIA), Minggu (14/2/2021), Yustika Ataplay (43 meninggal di Tawau, sedangkan Aberlay Inacio meninggal di Sandakan, Malaysia Timur.

"Berdasarkan informasi dari Bapak Yudha, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia bahwa Korban Yustika Ataplay langsung dikuburkan di Tawau karena kondisi tubuhnya tidak bisa dibawa pulang ke NTT, sedangkan jenazah Aberlay Inacio sedang diurus persiapannya untuk dibawa pulang ke Indonesia," demikian siaran pers PADMA Indonesia.

Diinformasikan pula bahwa Polda NTT sedang memproses dugaan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atas kasus meninggalnya dua warga negara Indonesia tersebut. :Fakta membuktikan bahwa Negara hadir untuk melindungi Warga Negaranya," tulis PADMA lagi.

Karena itu, Lembaga PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokaai untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) menyampaikan beberapa pernyataan sikap berikut.

Pertama, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras tanpa pamrih dari BP2MI dan Kemenlu RI beserta Perwakilannya di Malaysia yang terus berkoordinasi aktif dengan kami dan keluarga serta jaringan di Malaysia dan NTT untuk menolong PMI asal Indonesia, khususnya NTT.

Kedua, mendukung total proses penegakan hukum TPPO yang sedang dijalankan oleh Tim Polda NTT terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang terhadap Korban Aberlay.

Ketiga, mendukung Kemenlu RI u.p Direktorat Perlindungan WNI dan BHI untuk terus melobi dan mengawal proses hukum terhadap Pelaku Human Trafficking dengan Korban Adelina Sau asal NTT di Pengadilan Malaysia.

Keempat, mendesak Kemnaker RI dan Pemprov NTT untuk segera mengoptimalkan LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) dan membangun BLK PMI (Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia) buka BLK Komunitas di Maumere untuk layani CPMI asal Flores, Adonara, Solor dan Lembata; di Kupang untuk layani CPMI asal Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, Semau dan Alor; di Tambolaka untuk layani CPMI asal Sumba. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved