Sejumlah Rumah Warga di Desa Tendakinde-Nagekeo Terendam Banjir
Bukan hanya rumah warga yang terendam banjir, namun fasilitas publik seperti Puseksmas Kaburea, dan SDN Raterunu juga terendam banjir.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Sejumlah Rumah Warga di Desa Tendakinde-Nagekeo Terendam Banjir
POS-KUPANG.COM | MBAY--Sejumlah rumah yang ada di Raterunu, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae terendam banjir, Jumat (12/2/2021). Banjir yang diakibatkan oleh hujan yang mengguyur daerah itu membuat beberapa rumah warga di daerah tersebut terendam banjir setinggi satu meter lebih.
Bukan hanya rumah warga yang terendam banjir, namun fasilitas publik seperti Puseksmas Kaburea, dan SDN Raterunu juga terendam banjir.
Beruntung tidak ada korban jiwa dari bencana banjir tersebut. Hanya beberapa rumah warga yang lumpur akibat terendam air.
Kalis Bela, salah seorang warga Dusun Raterunu, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo mengaku kaget dengan adanya banjir tersebut.
Pasalnya, banjir yang terjadi dengan sangat cepat tersebut disebabkan oleh luapan air yang terjadi di kali rubi tepat pada pukul 19:00 Wita.
"Jadi hujan dari jam 11 pagi sampai jam 10 malam sehingga banjir di kali Rubi meluap. Saya kaget karena tiba-tiba meluap, dan rumah saya terendam banjir setinggi satu meter lebih," ungkapnya.
Kalis mengatakan, curah hujan yang sangat tinggi dan kondisi kali Rubi yang sangat sempit membuat air di kali tersebut meluap hingga menggenangi sebagian rumah warga, tak terkecuali rumahnya.
"Karena air datang secara tiba-tiba, akhirnya kami menyelamatkan semua dokumen penting seperti ijazah. Kalau rumah aman tapi barang-barang seperti lemari terendam air. Kami tidak bisa angkat," ungkapnya.
Kalis mengatakan, hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten. Meski demikian, pihaknya secara pelan-pelan membersihkan lumpur yang ada di rumahnya.
Salah seorang warga lainnya bernama Charles Guru air yang menggenangi rumahnya disebabkan oleh luapan banjir yang terjadi di kali Rubi. Kali tersebut sangat sempit sehingga mudah sekali terjadi banjir.
Untuk itu dirinya meminta kepada pemerintah daerah supaya segera melakukan normalisasi kali Rubi dengan menggeruk pesisir kali dan juga memasang Bronjong pada kali tersebut.
• Mengintip Siselo Susurang, Festival Kampung Wuring Suku Bajo dan Bugis di Pantai Utara Flores
• Dibongkar Raffi Ahmad, Begini Keinginan Nagita Slavina di Ranjang Saat Rafathar TakAda: Maunya Gitu
"Kami meminta kepada pemerintah supaya segera melakukan normalisasi kali, sehingga kalau banjir air tidak meluap lagi," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kalis-bersama-dengan-anggota-keluarganya.jpg)