Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Minggu 14 Februari 2021: Nada Dasarnya Adalah Kasih

kisah Injil Markus 1:40-45, dilukiskan kepada kita tentang kasih sayang yang diajarkan oleh Yesus kepada kita.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Eman Kiik Mau 

Renungan Harian Katolik, Minggu 14 Februari 2021: Nada Dasarnya Adalah Kasih (Markus 1:40-45)

Oleh : RD. Eman Kiik Mau

POS-KUPANG.COM - Hari ini dapat dikatakan istimewa karena 3 hal berikut ini:

Pertama, setiap 14 Februari dalam tahun, banyak orang merayakan Valentine Day, Hari Kasih Sayang. Orang menyatakan perhatiannya secara khusus dan istimewa kepada orang-orang yang dikasihinya. Mungkin orangtua, sang kekasih, sahabat, penderma-penjasa, dan sebagainya.

Ungkapan bahasa perhatian kasih pun bervariasi. Di jalan-jalan seringkali kita menemukan orang muda yang menawarkan bunga mawar yang secara sederhana mau menegaskan bahwa saling mengasihi itu indah seperti indahnya setangkai bunga mawar.

Kedua, pada hari ini, Gereja memperingati Santo Sirilus dan Metodius, Uskup. Mereka diangkat menjadi orang kudus karena keharuman kekudusan mereka khususnya di bidang Liturgi melalui upaya-upaya Inkulturasi di wilayah Eropa Timur. Pembangunan iman umat di bidang Liturgi membuat iman umat setempat semakin mengakar dan kokoh kuat akan Allah, Sang Kasih Sejati.

Ketiga, kisah Injil Markus 1:40-45, dilukiskan kepada kita tentang kasih sayang yang diajarkan oleh Yesus kepada kita.

Ada seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus. Ia datang mohon belas kasih Yesus, agar sembuh dari sakit kusta itu. Rupanya kabar tentang Tuhan Yesus sudah sampai di telinganya. Pada zaman itu, orang yang sakit kusta tidak bisa bangun relasi dengan orang yang sehat.

Dalam Kitab Imamat, dijelaskan secara terperinci tentang orang yang sakit kusta. Ia harus tinggal di luar perkemahan, memakai pakaian yang cabik-cabik, rambut terurai, menutup muka sambil berseru, najis-najis (Im 13:1-2.44-46).

Aturan ini punya nilai luhur. Penyakit kusta itu penyakit yang menular. Oleh karena itu, untuk memutuskan penularan penyakit yang mematikan ini, aturan itu dibuat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved