Breaking News:

NEWS ANALISIS Dr. Leta Rafael Levis Dosen Fakultas Pertanian Undana: Siapkan Petani

NEWS ANALISIS Dr. Leta Rafael Levis Dosen Fakultas Pertanian Undana: Siapkan Petani

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Leta Rafael Levis Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Kantor DPD Perwakilan Provinsi NTT, Selasa (7/1/2020). 

NEWS ANALISIS Dr. Leta Rafael Levis Dosen Fakultas Pertanian Undana: Siapkan Petani

POS-KUPANG.COM - Kita sangat mendukung program pemerintah pusat ini, dimana dengan menggunakan konsep estate yang berarti memiliki sentuhan teknologi yang tinggi dan manajenen bisnis yang baik dalam pengembangan estate pertanian.

Pemerintah pusat menganggap pangan sebagai panglima, sehingga siapa yang menguasai pangan saat ini maka dia akan menguasai dunia.

Kapolres Sumba Barat Siapkan 1.009 Personel Amankan Kunjungan Presiden Jokowi

Konsep estate yang memadukan tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, dan ternak merupakan konsep sistem pertanian terpadu atau terintegrasi dalam satu kawasan.

Secara mikro konsep ini sudah dilakukan petani di NTT, namun hanya dikembangkan dalam skala kecil dan berusaha tani apa adanya sehingga belum mencapai keberhasilan yang sesuai harapan.

Sehingga, niat baik pemerintah pusat untuk mengembangkan program ini dengan skala luas akan meningkatkan ketahanan pangan secara signifikan terutama bagi masyarakat NTT.

230 Advokat Peradi Siap Dampingi Advokat Ali Antonius di Kejaksaan Tinggi NTT

Dalam pengembangan program ini, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan secara serius. Pertama, aspek manajemen yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, terutama pada tahapan merumuskan kebijakan dan pelaksanaan teknis.

Contohnya, pada sektor pengairan dibutuhkan dinas teknis dalam hal ini, dinas pekerjaan umum untuk menangani masalah ini. Sementara untuk kelompok petani dibutuhkan dinas pertanian agar menangani hal ini. Kesiapan dan koordinasi yang baik antar instansi terkait menjadi hal yang sangat diperlukan.

Pada aspek kedua, adalah kesiapan petani. Apakah petani di sana sudah disiapkan secara baik untuk mengembangkan pertanian terpadu dalam skala luas ini? Secara umum kesiapan petani di NTT, masih perlu persiapan matang untuk menerima dan melaksanakan program ini.

Sesuai penelitiannya di Pulau Timor berkaitan dengan kecepatan mengadopsi sesuatu yang baru atau inovasi. Tingkat keinovatifan petani di NTT rata-rata pada tingkat 'late majority' atau penganut lambat.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved