Penyidikan Kasus GOR Wolobobo Berlanjut, Kejari Ngada Tunggu Perhitungan Kerugian Negara

PT Nunu Rada Bata kembali memenangi tender proyek pembangunan GOR Wolo Bobo, melalui APBD Perubahan.

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/THOMAS MBENU NULANGI
Kondisi proyek pengerjaan GOR Wolobobo di Desa Borani. Gambar diambil, Rabu (10/2/2021).  

Penyidikan Kasus GOR Wolobobo Berlanjut, Kejari Ngada Tunggu Perhitungan Kerugian Negara

POS-KUPANG.COM | BAJAWA--Kejaksaan Negeri Ngada terus melakukan penyidikan terhadap dugaan kasus korupsi pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Wolobobo, di Desa Borani, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Hingga saat ini, pihak penyidik kejaksaan sedang menunggu hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan oleh tim ahli.

Karena masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara oleh tim ahli, maka Kejari Ngada belum mengetahui berapa besaran nilai kerugian yang ditimbulkan dari dugaan korupsi pada proyek miliaran rupiah tersebut. 

Kepala Kejaksaan Negeri Ngada Ade Indrawan mengatakan hal itu kepada Pos Kupang saat ditemui di Kantor Kejari Ngada, Rabu (10/2/2021).

Ade mengatakan, pihaknya terus melaksanakan penyidikan terhadap kasus korupsi pembangunan GOR Wolobobo yang menelan anggaran senilai Rp. 8 miliar lebih tersebut.

Proyek yang dikerjakan PT Nunu Rada Bata tersebut bersumber dari Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ngada tahun anggaran 2018 senilai Rp. 6 miliar.

Anggaran sebanyak itu berasal dari Dinas PUPR Ngada yang digunakan untuk mengerjakan dua item yakni penggusuran dan perataan (cut and fil) di lokasi GOR Wolo Bobo.

Setahun kemudian, tepatnya ditahun 2019, PT Nunu Rada Bata kembali memenangi tender proyek pembangunan GOR Wolo Bobo, melalui APBD Perubahan.

Saat itu perusahaan tersebut memenangi tender senilai Rp. 2,8 miliar lebih. Anggaran sebanyak itu digunakan untuk pembentukan pengerjaan lintasan dan pagar pacuan kuda.

"Sehingga kasusnya terus kita lanjutkan, posisi kasusnya saat ini kita sedang minta perhitungan kerugian negara dari tim ahli," ungkapnya.

Ade mengatakan, permintaan perhitungan kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus tersebut membutuhkan waktu yang lama. Sebab pihaknya harus bersurat kepada tim ahli untuk melakukan perhitungan potensi kerugian negara.

Dijelaskan Ade, dalam kasus tersebut, pihaknya telah memeriksa sejumlah pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut namun dirinya lupa sudah berapa orang yang diperiksa oleh penyidik.

"Tapi saya lupa berapa, cuman posisi kasusnya sama, kasusnya jalan, tapi sedang dalam proses perhitungan kerugian negara," terangnya.

Diberitakan Pos Kupang sebelumnya, pihak Kejaksaan Negeri Ngada menyampaikan perkembangan penanganan kasus pembangunan GOR Wolobobo.

Peraboi Minta Pemerintah Prioritaskan Pasien Kanker Dalam Program Vaksinasi Covid-19

Pihak Kejari Ngada sudah meningkatkan status dugaan korupsi pembangunan GOR tahun anggaran 2017 dari sebelumnya berstatus penyelidikan (lidik) menjadi penyidikan (sidik).(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved