Breaking News:

BRI Kupang Siap Salurkan 2.968 Kartu Tani

BRI Cabang Kupang telah siap menyalurkan sebanyak 2.968 Kartu Tani untuk digunakan para petani dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi

POS-KUPANG.COM/BRI CABANG KUPANG
Penyaluran Kartu Tani di BRI Tarus, Kamis (11/2/2021) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pihak BRI Cabang Kupang telah siap menyalurkan sebanyak 2.968 Kartu Tani untuk digunakan para petani dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi melalui mesin Electronic Data Capture di pengecer resmi.

Pimpinan Cabang BRI Kupang, Stefanus Juarto menyebut, jumlah tersebut tersebar untuk Sabu Raijua sebanyak 585 Kartu, Rote Ndao 640 Kartu, Kota Kupang 118 Kartu dan Kabupaten Kupang 1.625 Kartu.

"Kartu Tani adalah Kartu Tabungan yang dikhususkan untuk para petani. Di dalamnya ada data milik petani yang bisa diakses melalui sistem kartu tani di e-RDKK Kementerian Pertanian. Sistem Kartu Tani adalah salah satu sistem yang memuat data base tunggal pertanian, dimanfaatkan oleh pemerintah dalam menentukan kebijakan dan monitoring penyaluran bantuan di bidang pertanian," jelasnya kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (11/2/2021).

Ancam Sebar Video Syur untuk Peras Korban, Pria di Kupang Ditangkap Polisi

Sistem Kartu Tani, kata Stefanus, dapat diakses oleh Bank, Kementrian, BUMN Saprotan, dan Pemda. Petani yang mendapatkan Kartu Tani adalah para petani yang terdaftar di e-RDKK Kementerian Pertanian dan Sistem Kartu Tani.

Kartu Tani dapat digunakan untuk sarana pembelian pupuk bersubsidi dan saprotan lainnya, serta diharapkan menumbuhkan kebiasaan menabung bagi para petani.

Kepala BMKG Sambangi Danrem 161/Wira Sakti, Ini Tujuannya

Bagi pemerintah sendiri, Kartu Tani bermanfaat untuk menentukan agar penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran dan akurat, memudahkan pencatatan persediaan pupuk, ketersediaan data base petani by name by addres, memudahkan monitoring dan evaluasi, serta mempermudah manajemen stok dan perkiraan produksi pupuk.

Ia menambahkan, pembagian dan penyaluran Kartu Tani di masing-masing kabupaten/kota akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian di masing-masing wilayah.

"BRI berharap dengan adanya Kartu Tani ini maka kesejahteraan para petani semakin membaik karena subsidi yang diberikan pemerintah untuk para petani akan tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh para petani," harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli pada Rabu (13/1/2021) menyampaikan, Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebesar 52.695 ton pada tahun 2021. Pupuk tersebut terbagi menjadi Urea 28.461 ton, SP-36 2.818 ton, ZA 1.322 ton, NPK 16.914 ton, dan Organik Granul 3.180 ton.

Sesuai Permentan Nomor 49 Tahun 2020, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam sistem e-RDKK, menunjukkan identitas diri (kartu tanda penduduk), dan mengisi form penebusan Pupuk Bersubsidi. Pada tahun sebelumnya, pupuk disalurkan dengan RDKK yang mana kelompok tani langsung menebus di pengecer untuk dapatkan pupuk subsidinya.

Lecky juga menambahkan, sesuai isi Permentan, pengecer resmi wajib menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai HET. Adapun HET pupuk subsidi yang telah ditetapkan yakni HET Urea Rp2.250 per kg, SP-36 Rp2.400 per kg, ZA Rp1.700 per kg, NPK Rp2.300 per kg, dan Organik Granul Rp800 per kg.

"Pemerintah berharap agar kuota pupuk bersubsidi yang sudah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh petani dan berharap pula memberikan hasil yang optimal dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di NTT," katanya saat itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved