Breaking News:

Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Tekan Kasus Demam Berdarah

masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar.  

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Florianus Nahak.  

Dinas Kesehatan Kabupaten Belu Tekan Kasus DBD

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Belu benar-benar menekan terjadinya kasus deman berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Belu dengan memperkuat upaya pencegahan.

Upaya pencegahan dini yang dilakukan pemerintah yakni, melakukan fogging, pembagian abate Selain itu, pemerintah rutin menghimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar.  

Upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah ini tergolong efektif, buktinya jumlah kasus DBD sampai saat ini kurang nampak. Sejak Januari sampai awal Febuari 2021, kasus DBD tercatat empat kasus. Kasus meninggal nihil. Jumlah ini dinilai kurang jika dibandingkan tahun 2020 pada bulan yang sama.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Florianus Nahak kepada wartawan, Senin (8/2/2021). Menurut Florianus, semenjak dirinya ditunjuk sebagai Plt Kadis Kesehatan oleh Bupati, ia langsung memerintahkan para kepala puskemas untuk melakukan melakukan beberap hal pencegahan DBD yakni, fogging, pembagian abate dan rutin sosialisasi serta himbuan buat masyarakat.

Pemerintah melakukan hal ini sedini mungkin guna mencegah terjadinya penyakit DBD. Hasilnya dinilai baik karena perkembangan kasus DBD sampai dengan Februari 2021 tidak begitu nampak. Berbedan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Florianus mengungkapkan, selain upaya di atas, ada faktor lain yang bisa menekan penyakit DBD diantaranya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mulai tinggi. Bisa jadi karena penerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 semakin baik sehingga masyarakat terbiasa memperhatikan kesehatan secara serius. 

Kumudian faktor alam. Kata Florianus, curah hujan yang begitu tingga tahun 2021 ini bisa menggeser genangan air dari sekitar lingkungan rumah ke titik lebih jauh bahkan tidak ada sama sekali genangan air. Berbeda jika curah hujan rendah, misanya hujan gerimis saja bisa menimbulkan genangan air di sekitar lingkungan rumah dan disitulah menjadi tempat sarang nyamuk.

Florianus menambahkan, dinas kesehatan bersama jajaran puskesmas terus melakukan fogging dan pembagian abate demi mencegah DBD. 

Terkait anggaran, Florianus yang adalah Kepala BP4D itu mengatakan, anggaran untuk bidang kesehatan selalu ada dan tergolong besar dari bidang lainnya karena ada aturan pengganggaranya. 

Pimpinan DPRD SBD Minta Kepolisian Mengusut Tuntas  Rencana Oknum Tertentu Menjual Pulau Sumba

Pemkab Ende Refocusing 48 Miliar untuk Tangani Covid-19

Pakar Geografi, Hamza Wulakada : Website Jual Pulau di NTT, Strategi Tingkatkan Wisata di NTT

"Kesehatan dan pendidikan itu anggarannya selalu ada. Saya bicara selaku kepala Bappeda, Dinkes itu alokasi anggaran palin besar karena kesehatan dan pendidikan itu urusan wajib pelayanan dasar", ungkap Florianus. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved