Breaking News:

Sikap Anggota DPRD NTT Soal Laboratorium PCR : Meski Terlambat Tapi Harus diupayakan 

merealisasikan upaya tersebut agar dapat segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang kian mengkhawatirkan.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus, S.Pd 

Sikap Anggota DPRD NTT Soal Lab PCR : Meski Terlambat Tapi Harus diupayakan 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Renacana Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun tambahan Laboratorium di daerah dalam rangka percepatan pemeriksaan sampel swab PCR Covid-19 mendapat tanggapan dari anggota dewan. 

Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus menyebut upaya tersebut penting untuk menekan penularan virus Corona di wilayah provinsi kepulauan yang berada tenggara Nusantara itu.  

Emanuel Kolfidus mendorong pemerintah agar merealisasikan upaya tersebut agar dapat segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang kian mengkhawatirkan.

"Meskipun terlambat, tapi harus diupayakan karena kita daerah kepulauan. Untuk efektivitas pencegahan pandemi, perlu ada tindakan khusus dengan pengadaan alat PCR untuk Sumba, Flores dan Alor," ujarnya kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (2/2). 

Perluasan testing melalui pengadaan laboratorium PCR di daerah menurutnya dapat memperpendek waktu tunggu hasil tes Covid-19 sehingga treatment dapat dilakukan lebih cepat.  

"Ini penting untuk salah satu cara menekan penularan dengan memperluas testing dan memperpendek waktu tunggu sehingga treatment menjadi lebih cepat dan ada peluang memutus mata rantai penularan dengan lebih efektif," kata sekretaris Fraksi PDI Perjuangan itu. 

"Jadi besar harapan terus diupayakan untuk pengadaan, apakah hibah pusat, atau sharing dana provinsi bersama kabupaten," tambah dia. 

Pemprov NTT sebelumnya telah memastikan akan menyewa fasilitas laboratorium untuk mempercepat pelaksanaan pemeriksaan sampel swab di wilayah provinsi NTT.

Pemeriksaan sampel swab saat ini mengalami kelambatan karena terjadi penumpukan sampel swab. Bahkan sampel dari beberapa kabupaten harus mengantri lebih dari dua pekan untuk diperiksa di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof WZ Johannes.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved