Pemukiman Warga di Dua Kelurahan di Sikka Terendam Banjir
dua kelurahan, banjir juga meluap ke badan jalan trans Maumere-Magepanda hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Pemukiman Warga di Dua Kelurahan di Sikka Terendam Banjir
POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Puluhan rumah warga di sepanjang jalan trans Maumere-Magepanda tepatnya di Kelurahan Wolomarang dan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Senin (1/2/2021) siang terendam banjir kiriman dari daerah perbukitan saat hujan lebat melanda Kota Maumere.
Selain merendam rumah warga di dua kelurahan, banjir juga meluap ke badan jalan trans Maumere-Magepanda hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.
Pantauan POS-KUPANG.COM di lokasi banjir, Senin (1/2/2021) siang, banjir yang merendam rumah warga setinggi lutut manusia masuk sampai ke dalam rumah warga dari bagian belakang sampai depan.
Warga pun panik lalu berusaha memindahkan barang yang ada di dalam rumah. Kepanikan warga terlihat ketika hujan semakin deras. Yang mana warga keluar rumah dan mengamankan ternak mereka seperti ayam dan babi agar tidak dibawa banjir.
Di rumah-rumah warga terendam banjir tampak seisi rumah sibuk menghalau air agar terus mengalir dan jangan tertahan di dalam rumah.
Banjir yang mengalir cukup deras tidak bisa dihalau. Warga pun pasrah dan tidak bisa berbuat banyak.
Sementara itu di jalan trans Maumere-Magepanda, luapan banjir pun memenuhi jalan. Kendaraan yang melintas pun terpaksa harus antri karena takut terjebak banjir.
Catatan POS-KUPANG.COM banjir di Wolomarang dan Wailiti bukan kali pertama tapi setiap kali ada hujan pasti ada banjir kiriman.
Sistem drainase yang belum ada lalu tersumbatnya saluran drainase di pinggir jalan membuat air masuk ke rumah warga.
Kadis PUPR Sikka, Tommy Lameng pun tiba di lokasi banjir Wolomarang.
Ia bersama staf mengecek langsung penyebab banjir. Ia pun menegaskan, akan meminta stafnya melakukan survey agar menjadi jalan keluar sehingga ke depan tidak ada banjir di lokasi tersebut.
Ia menjelaskan, penanganan ke depan memang perlu dilakukan yakni membangun drainase, sumur resapan atau membuat jalur air menuju ke laut dengan cara memotong badan jalan.
Baca juga: Selalu Dewakan Uang, 6 Shio Jelang Imlek Ini Punya Prediksi Keuangan Buruk, Siap-siap Miskin
Baca juga: BAHAYA Terlilit Hutang Kepada China, 8 Negara Ini Diprediksi Bisa Mengalami Bangkrut, Indonesia?
Baca juga: Keluarga Penasaran Hasil PCR, Begini Penjelasan dr. Aries Direktris RSUD Ende
Namun langkah itu perlu disurvey dan dikaji oleh dinas terlebih sehingga tidak ada masalah lagi.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/banjir-di-jalan-trans-maumere-magepanda-di-kelurahan-wolomarang.jpg)