Breaking News:

Kluster Perkantoran Covid-19 di Tinggi, Ini yang Dilakukan Pemkab Mabar

mata rantai penyebaran Covid-19 di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), telah dikeluarkan Surat Edaran Bupati Mabar.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Plh Sekda Mabar, Ismail Surdi ditemui di Kantor Bupati Mabar, Jumat (5/6/2020) 

Kluster Perkantoran Covid-19 di Tinggi, Ini yang Dilakukan Pemkab Mabar

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menunjukkan peningkatan dalam kurun waktu 1 bulan terakhir, Senin (1/2/2021).

Plh Sekda Mabar, Ismail Surdi mengatakan, untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), telah dikeluarkan Surat Edaran Bupati Mabar.

Surat edaran tertanggal 20 Januari 2021 dan ditanda tangani Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula tersebut.

Surat edaran bernomor: Organ./065/07/I/2021 itu tentang Pengaturan dan Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Badan Usaha Milik Negara/Daerah/Swasta Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease-19 di Kabupaten Manggarai Barat-NTT.

Dalam edaran tersebut, organisasi pemerintahan dan swasta di Kabupaten Mabar diminta untuk melakukan penyesuaian sistem kerja.

"Agar semua instansi pemerintah baik Pemda, instansi vertikal, BUMN, BUMD dan perusahaan swasta melakukan kerja 50 persen di kantor dan 50 persen di rumah hingga 28 Februari 2021. Itu langkah yang kami Ambil karena adanya kluster perkantoran yang terjadi, semoga dengan hal itu bisa dilakukan," kata Ismail Surdi.

Dalam surat tersebut juga diminta agar kantor ditutup bila salah satu pegawai atau staf terpapar Covid-19.

Ismail mengakui, faktor penyebab masih tingginya angka Covid-19 di Kabupaten Mabar karena ketidakpatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M.

Protokol kesehatan 3M, yakni mengenakan masker hingga menutup hidung dan mulut, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan.

Baca juga: Lakalantas Tunggal di Kota Kupang, Pemuda di Kota Kupang Tewas di Tempat

Baca juga: Abu Janda Blak-blakan Sebut Cuitan Islam Arogan untuk Tengku Zulkarnaen: Bukan di Timeline Saya!

Baca juga: Dua Pasien Covid-19 di  Kabupaten Belu Meninggal 

Baca juga: 10 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Mabar Meninggal Dalam Sebulan 

"Persoalan adalah protokol kesehatan 3M menjadi akar persoalannya. Masyarakat harus lebih disiplin dalam penerapan protokol kesehatan 3M," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved