Besok, Ribuan Nakes dan 10 Pejabat Kabupaten Lembata Divaksin Sinovac Covid-19
pertama kepada ribuan tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Lembata dan 10 orang pejabat di Kabupaten Lembata.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Besok, Ribuan Nakes dan 10 Pejabat di Kabupaten Lembata Divaksin Sinovac Covid-19
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Pelaksanaan vaksinasi Sinovac dalam rangka pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Lembata akan mulai dilakukan di Puskesmas Lewoleba, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Rabu (3/1/2021) pada pukul 10.00 Wita.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dr Lucia Sandra mengatakan pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ini ditujukan pertama kepada ribuan tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Lembata dan 10 orang pejabat di Kabupaten Lembata.
Lucia Sandra menyebutkan para pejabat yang akan menerima vaksin itu di antaranya Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, Kepala Kejaksaan Negeri Lembata, Romo Deken Sinyo da Gomes, Pendeta GMIT, Kepala Lapas Lembata dan beberapa Ketua OPD Lembata.
Lucia Sandra mengatakan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sendiri tidak bisa menerima vaksin. Dia tak menyebut alasan kenapa Bupati Sunur tak bisa disuntik vaksin Sinovac.
Namun, menurutnya, sebelum menerima vaksin semua pejabat dan tenaga kesehatan akan dicek kesehatannya apakah layak atau tidak menerima vaksin.
"Tahap pertama tenaga kesehatan dan 10 pejabat daerah yang lagi di-check list yang memenuhi syarat. Tenaga kesehatan ada seribu lebih dari puskesmas sampai rumah sakit. Semua nanti dilakukan di masing-masing puskesmas dan tiga rumah sakit," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/2/2021).
Dia merincikan vaksin Sinovac yang sudah disimpan di Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Lembata sebanyak
2120 vial.
"Besok dilakukan serentak di Puskesmas Pada jam 10.00 Wita. Mereka harus datang lebih cepat untuk screening.
Kalau memenuhi syarat ya divaksin, kalau tidak ya divaksin. Vaksinator sudah siap, kemarin masih pelatihan lagi, setiap ada pelatihan selalu ikut vaksinasi," kata Lucia merincikan.
"Untuk masyarakat tunggu selesai tenaga kesehatan dulu, lalu pemberi pelayanan publik seperti TNI dan Polri, orangtua lansia baru setelah itu masyarakat luas," katanya.
Dia berujar bahwa fungsi vaksin adalah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian Covid-19. Vaksin ini adalah virus yang dimatikan untuk membentuk antibodi. Jadi, kalau diserang virus corona, sudah ada antibodi yang bisa menolak Covid-19.
Baca juga: Simak Zikir dan Doa Setelah Sholat Lima Waktu Sesuai dengan Ajaran Rasulullah SAW
Baca juga: Transmisi Lokal Covid-19 Meningkat, Provinsi NTT Butuh Tambahan Laboratorium PCR
Baca juga: Sopir Angkot di NTT Menangkan Sayembara Menulis Gagasan Konkrit Pencegahan dan Penanganan Covid-19
"Setiap orang dua kali suntik dengan jarak dua minggu atau 14 hari. Jadi vaksin Sinovac sudah ada izin BPOM, Fatwa MUI kalau vaksinnya halal," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/satu-koli-vaksin-sinovac-covid-19-akhirnya-tiba-di-pelabuhan-lewoleba.jpg)