Kadis Parekraf NTT Harap Pariwisata Bisa Rebound

Kadis Parekraf NTT , Wayan Darmawa menyebut, target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2021 dari sektor pariwisata sebanyak Rp 1,2 miliar

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Wayan Darmawa saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/1/2021) 

POS-KUPANG.COM ǀ KUPANG – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT ( Kadis Parekraf NTT) , Wayan Darmawa menyebut, target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2021 dari sektor pariwisata sebanyak Rp 1,2 miliar. Jika kondisi normal, target tersebut bisa saja dicapai pada tahun ini. Namun, pandemi Covid-19 bisa saja menurunkan peluang PAD itu sendiri.

Wayan berujar, pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020 mengakibatkan turunnya kunjungan wisatawan ke NTT yang mencapai 60 persen, dengan realisasi PAD tidak mencapai 20 persen. Pada periode awal 2021 ini juga terjadi pembatasan pergerakan masyarakat di Jawa Bali yang berakibat pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke NTT. Apabila program vaksinasi telah dilakukan dan mengakibatkan penurunan kasus Covid-19 di Februari dan Maret 2021, maka sektor pariwisata bisa rebound di bulan Mei hingga Desember 2021 nanti.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Covid-19, Korem 161/Wira Sakti Lakukan Semprot Disinfektan Secara Serentak

“Kunci sumber pendapatan kita dari kunjungan wisatawan. Kalau kondisi kita belum normal, tentu relatif sulit,” ungkapnya saat ditemui POS-KUPANG.COM, Senin (25/1/2021).

Meski kunjungan wisatawan mancanegara menurun, kunjungan wisatawan lokal berkembang cukup baik. Wayan mengatakan, hal ini dapat menjadi sebuah proses pembelajaran bagi destinasi wisata yang ada. Kesiapan sebuah destinasi wisata dilihat dari lima hal, yakni kesiapan protokol kesehatan, menerapkan prinsip kebersihan, keamanan, lestari dan nyaman, serta dukungan layanan berkualitas dan adanya rumah makan/homestay di setiap destinasi. Masyarakat kini sudah menyadari tentang pentingnya pengembangan pariwisata.

Baca juga: Munas Mes: Tingkatkan Kontribusi Keuangan Syariah untuk Pemulihan Ekonomi

Ia berharap, hal yang terjadi di tahun 2020 dapat menjadi pembelajaran agar membangun kultur yang lebih disiplin, semisal budaya bersih. Momentum hujan juga dipakai menjadi gerakan menanam sehingga bisa berkelanjutan hasilnya. Selain itu, bencana non-alam Covid-19 ini dijadikan pembelajaran untuk membangun suatu komunitas yang saling mendukung satu dan yang lain tanpa melihat itu daerah wisata/tidak.

Dihubungi terpisah, Ketua ASITA NTT, Abed Frans menilai, dengan keadaan secara nasional masih dilanda Covid-19 ini, maka pariwisata juga tetap stagnan (dari wisatawan). Namun, pandemi Covid-19 tak berarti membuat ASITA diam dan berpangku tangan. “Kami di industri pariwisata khususnya Tour Operator tetap berusaha untuk tetap terkoneksi dengan teman-teman suplier diluar NTT agar pada saatnya rebound nanti kita tetap pada relnya. Saya melihat beberapa Pemda pun tetap aktif mempersiapkan beberapa destinasi maupun event, baik secara lokal maupun nasional, dan itu menurut saya adalah hal yang positif,” tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved