Breaking News:

Bupati Sunur: Informasi Untuk Masyarakat Harus Akurat Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Penegasan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur: informasi untuk masyarakat harus akurat sosialisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19

POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata pada Kamis, (21/1/2021), bertempat di Olympic Ballroom dan Resto, pertama kali mengadakan sosialisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19. 

Penegasan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur: informasi untuk masyarakat harus akurat sosialisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 Tahun 2020, Pemerintah telah mengatur pelaksanaan Vaksinasi untuk mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19.

Vaksinasi ini dilaksanakan dalam dua tahap yaitu, tahap pertama dari bulan Januari sampai April 2021 untuk petugas kesehatan dan kelompok prioritas lainnya sedangkan tahap kedua untuk masyarakat yang memenuhi syarat dimulai dari bulan April 2021 sampai dengan bulan Maret 2022.

Baca juga: Update Covid-19 Mabar : Kabar Gembira, 2 Pasien Positif Covid-19 Sembuh

Jadwal ini dalam pelaksanaan pastinya akan disesuaikan dengan ketersediaan dan distribusi bagi seluruh wilayah di Indonesia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata pada Kamis, (21/1/2021), bertempat di Olympic Ballroom dan Resto, pertama kali mengadakan sosialisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Baca juga: 11 Kasus DBD di Manggarai, Ini Penjelasan Nobertus Burhanus

Sosialisasi ini diikuti oleh stakeholder utama yang berperan dalam pencegahan penyebaran Covid-19, di antaranya Para Kepala Puskesmas, Para Camat, Para Kepala OPD dan instansi vertikal lain, Tokoh Agama serta Polri dan TNI.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya informasi yang akurat bagi masyarakat tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Hal ini dianggapnya sangat penting mengingat liarnya informasi di media sosial tentang vaksinasi ini. Kesimpangsiuran informasi menurutnya dapat menghambat pelaksanaan vaksinasi.

Untuk itu peserta yang hadir adalah ujung tombak atau corong untuk meluruskan dan memberi informasi yang akurat bagi masyarakat agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan dengan sukses.

"Informasi yang beredar di media sosial tentang dampak atau efek dari vaksinasi Covid-19 sangat simpang siur. Informasi untuk masyarakat tentang vaksin ini harus akurat. Semua harus sampaikan informasi yang sama. Semua yang hadir hari ini adalah corong agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar," kata Bupati Sunur.

Mengingat peralatan kesehatan yang masih terbatas, pada poin lainnya Bupati Sunur mengingatkan bahwa vaksinasi bukan segala-galanya. Vaksinasi hanya merupakan salah satu cara pencegahan sehingga protokol kesehatan harus semakin ketat dilaksanakan.

Pemda Lembata masih mempelajari hal lain yang harus diperketat apabila jumlah terkonfirmasi positif terus meningkat drastis.

Pembatasan arus keluar masuk manusia dari dan ke Lembata yang tentunya akan disesuaikan dengan kebijakan kabupaten tetangga dan provinsi, menjadi pilihan yang terus dipelajari sesuai gejala peningkatan jumlah terkonfirmasi positif yang ada.

Untuk diketahui, sampai dengan tanggal 20 Januari 2021, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid - 19 untuk Kabupaten Lembata berjumlah 121 pasien.

Untuk itu Pemda terus mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lembata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved