Lely Harakai : Jangan Nilai Rumah Sakit Mengcovidkan Pasien atau Jenazah

Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Lely Harakai : jangan nilai Rumah Sakit mengcovidkan pasien atau jenazah

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Lely Harakai, M. Kes memberi penjelasan kepada keluarga almarhum Yohanes Piro Mete saat pertemuan di Aula Setda Sumba Timur, Rabu (13/1/2021). 

Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Lely Harakai : jangan nilai Rumah Sakit mengcovidkan pasien atau jenazah

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- "Tolong jangan menilai bahwa Rumah Sakit itu mengcovidkan pasien atau jenazah. Apa untungnya rumah sakit melakukan hal itu."

Hal ini disampaikan Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, dr. Lely Harakai, M. Kes saat pertemuan dengan keluarga almarhum Yohanes Piro Mete di Aula Setda Kabupaten Sumba Timur, Rabu (13/1/2020).

Yohanes Piro Mete adalah salah satu pasien positif Covid-19 yang meninggal di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.

Baca juga: Dinkes Ngada Ambil Sampel Swab Terhadap 59 Orang yang Kontak Erat Dengan Pasien Covid-19

Menurut Leli, tidak ada keuntungan yang diambil dari penanganan pasien positif Covid-19, karena sistem pembayaran perawatan pasien positif Covid-19 itu dilakukan langsung oleh pusat melalui aplikasi BPJS.

"Jadi jangan nilai rumah sakit mengcovidkan pasien atau jenazah pasien positif Covid-19. Tidak benar kalau ada penilaian bahwa kami mengcovidkan pasien atau jenazah," kata Lely.

Dia menjelaskan, justru penanganan pasien positif Covid-19 oleh  tim medis cukup ekstra, termasuk Satgas Covid-19 yang siaga ketika ada pasien positif Covid-19 meninggal dunia.

Baca juga: Apresiasi Kejati NTT, Pembina HIPMMABAR Jakarta Minta Usut Tuntas Kasus Tanah di Labuan Bajo

Lebih lanjut dikatakan, Dikatakan, keuntungan terbesar apakah yang didapatkan ketika rumah sakit itu mengcovidkan pasien.

"Bayangkan saja petugas itu harus terbungkus (mengenakan) alat pelindung diri (APD) lengkap selama berjam-jam. Saat itu tidak makan atau minum, tidak kencing jika ada yang ingin buang air saja APD harus dibuka dan cukup rumit," ujarnya.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah membuat satuan biaya penggantian atas biaya pengobatan Covid-19 tersebut. Satuan biaya pengobatan Covid-19 tersebut tertuang dalam lampiran Surat Menteri Keuangan Nomor S-275/MK.02/2020 tertanggal 6 April 2020.

Surat ini sebagai pedoman pihak rumah sakit mengajukan klaim ke Kementerian Kesehatan untuk mengganti biaya pengobatan corona / pasien Covid-19. 

Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu (13/1/2021), keluarga almarhum Yohanes Piro Mete ini tiba dan langsung diarahkan ke Aula Setda Sumba Timur untuk melakukan pertemuan dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur.

Pertemuan itu dipimpin Sekda Sumba Timur yang juga Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Sumba Timur,Domu Warandoy, S.H.M.Si, Dandim 1601 Sumba Timur (Wakil Ketua I Satgas Covid-19), Letkol Czi Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E, M.I.Pol, Kapolres Sumba Timur (Wakil Ketua II Satgas Penanganan Covid-19), AKBP. Handrio Wicaksono, S.IK, Penanggung jawab Lab Covid-19 Sumba Timur, dr
Benny W.Tambunan, M.Kes ,Sp.PK, Dokter Spesialis Paru, dr. Anri Widyawati, S.Paru dan pimpinan perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Sumba Timur. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved