Breaking News:

Kajati NTT, Dr Yulianto : Penetapan Para Tersangka Sudah Sesuai Dengan Barang Bukti Yang Ada

Para tersangka pun akan dikenakan pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi, dan mungkin nanti akan berkembang.

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Kajati NTT, Dr Yulianto (Kedua dari kiri) didampingi kajati pak As Intel Bambang setyadi (Kanan), kakati As.pidsus Muh. Ilham Samuda (kiri) dan Kasipenkum Abdul Hakim, saat Jumpa pers bersama wartawan, di kantor Kejati NTT, kamis (14/1).  

Kajati NTT, Dr Yulianto : Penetapan Para Tersangka Sudah Sesuai Dengan Barang Bukti Yang Ada

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Terkait dengan penetapan para tersangka ini sekaligus dilakukan penahan, semuanya dilakukan berdasarkan barang bukti yang sangat cukup bagi para tersangka.

Para tersangka pun akan dikenakan pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi, dan mungkin nanti akan berkembang.

Terkait dengan kerugian negara akibat dari kasus ini sebanyak Rp 1,3 triliun lebih. Dengan estimasi penyidik sekitar Rp 3 triliun.

Ia menyampaikan, untuk bupati mabar, pihaknya sudah lakukan surat pencekalan.

Untuk perkara kasus di Kab Mabar ini, Kejati NTT sudah menyusun 17 berkas, namun dilapangan diputuskan 16 orang tersangka, satu berkas didongkrik tidak layak, makanya hanya 16 tersangka saja.

"16 tersangka ini tidak menutup kemungkinan adalagi tersangka tambahan," kata Dr Yulianto

Tindak pidana korupsi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, ungkap Dr Yulianto, penyidik telah menetapkan 16 tersangka tersebut adalah orang-orang yang dianggap paling bertanggungjawab terhadap peristiwa dugaan tindak pidana korupsi tersebut dan penyidik telah menemukan dua alat bukti minimal yaitu sebagaimana diatur dalam pasal 183 KUHP, kemudian penyidik juga melakukan penahanan sekaligus terhadap 13 orang karena telah ditemukan alasan objek maupun subjektif untuk dilakukan penahanan sebagaimana diatur dalam pasal 21 kitab undang-undang hukum acara pidana.

"Tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 102 orang saksi, dan kami juga telah melakukan terhadap lima orang ahli yang sangat berkompeten, terhadap bidangnya masing-masing dan penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang, aset-aset tanah dan juga serta dua buah hotel," jelasnya

Dengan penyidikan ini, kata Dr Yulianto, adalah pintu masuk buat kejaksaan NTT, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan agraria yang terjadi di Manggarai Barat.

"kami juga sudah mendeteksi berapa banyaknya persoalan agraria yang ada di Manggarai Barat, karena kami juga sudah mendeteksi betapa banyaknya persoalan agraria yang ada di Manggarai barat dan kami sudah menetapkan tentunya, dengan penyidikan yang kami lakukan secara transparan dan akuntabel ini masyarakat dapat menilai bahwa kami sangat terbuka dan kami sangat profesional, dalam menangani perkara-perkara korupsi yang sudah ada," terangnya

Dr Yulianto menyampaikan, Kejati NTT juga tetap mengedepankan dalam proses tindak pidana korupsi ini adalah bagaimana mengembalikan kerugian keuangan negara yang terjadi.

Baca juga: Pasca Ditetapkan Sebagai Tersangka, Rujab Bupati Mabar Ramai

Baca juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka, Bupati Mabar Akan Ajukan Gugatan Praperadilan 

"Seperti yang dilihat sodara-sodara bahwa aset tanah tersebut sudah kami lakukan penyitaan. Artinya secara Pruden bahwa perkara ini asetnya sudah kita berhasil sita, sehingga kerugian keuangan negara yang timbul sudah dapat dipulihkan," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Penulis: Ray Rebon
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved