Breaking News:

Salam Pos Kupang

Butuh Ketegasan Pemerintah Bendung Covid-19

PENYEBARAN virus corona atau Covid-19 di NTT, khususnya Kota Kupang sudah sampai pada tahap menakutkan berbagai kalangan

Butuh Ketegasan Pemerintah Bendung Covid-19
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PENYEBARAN virus corona atau Covid-19 di NTT, khususnya Kota Kupang sudah sampai pada tahap menakutkan berbagai kalangan. Kasus positif Covid-19 di Kota Kupang seperti tak terbendung.

Pada Jumat, 8 Januari 2020, jumlah kasus positif baru di Kota Kupang sudah mencapai 49 orang. Dengan tambahan jumlah tersebut maka total kasus positif di Kota Kupang menjadi 1.144 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 417 pasien dinyatakan sembuh, 31 meninggal dan kini 696 pasien masih dirawat di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 di Sumba Timur Bertambah Satu Orang

Tren peningkatan kasus virus corona ini sepertinya akan terus meningkat seiring tak pedulinya masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Upaya pemerintah menekan kasus ini sepertinya tidak berguna karena disiplin masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan terbilang masih rendah. Mestinya harus ada tindakan yang lebih keras lagi untuk mendisiplinkan masyarakat.

Belum lagi kebiasan masyarakat yang suka bepergian ke daerah lain yang nota bene lebih bahaya dari daerah sendiri. Akibatnya tak sedikit yang pulang membawa virus corona.

Baca juga: PDI Perjuangan Berulang Tahun Ke 48

Oleh karena terus melonjaknya penyebaran corona di NTT, sehingga sudah banyak ruang IGD atau ruang rawat pasien covir yang penuh dan ditutup.

Berdasarkan keterangan Direktur RS Siloam, dr. Hans Lie pada Sabtu (9/1) sore, bahwa ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di rumah sakit milik Siloam group itu telah penuh. Seluruh bed (tempat tidur-red) yang disiapkan untuk merawat pasien positif Covid-19 telah terisi pasien.

Ini menunjukan kapasitas rumah sakit sekelas Siloam saja sudah kepayahan menampung pasien Covid-19. Sehingga pemerintah harus bersiap mengfungsikan gedung-gedung lain sebagai tempat rawat darurat.

Hal yang sama juga terjadi di RS Gabriel Manek Atambua, RSUD SoE di Kabupaten TTS, RS Boromeus Belo, RS SK Lerik dan kabarnya juga RSUD WZ Johannes Kupang.

Semestinya kita jangan biarkan rumah sakit penuh bahkan hingga harus menolak pasien. Kita semestinya berharap ruangan isolasi dan perawatan pasien Covid-19 tidak terisi. Semuanya itu bisa terjadi manakala kita tertib dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Namun itu sudah terjadi. Sejumlah ruangan di RS sudah ditutup. Pemerintah harus bersikap tegas dengan membuka ruangan-ruangan baru untuk perawatan pasien. Seraya membatasi semua fasilitas umum yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat

Sebab, penularan Covid-19 sudah merabat antarwarga. Kondisi ini sangat mengkuatirkan karena fenomena gunung es bakal terjadi dan ledakan kasus bisa terjadi kapan saja. Pemerintah harus cepat beraksi. Keselamatan warga di atas segalanya. Jangan lagi berwacana tetapi aksi nyata dibutuhkan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved