Breaking News:

Wakil Walikota Kupang: PPKM Hanya Berlaku di Jawa dan Bali

Menurut Wakil Walikota Kupang Hermanus Man, berita yang menyebutkan bahwa Kota Kupang akan diberlakukan PPKM tidaklah benar

Doc Prokompim Kota
KETERANGAN PERS -- Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man didampingi Kabag prokompim Setda, Ernest S. Ludji saat memberikan keterangan pers terkait PPKM, di Ruang Garuda Lantai II Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (8/1/2021). 

Menurut Wakil Walikota Kupang Hermanus Man, berita yang beredar dan menyebutkan bahwa Kota Kupang akan diberlakukan PPKM dari tanggal 11 sampai 25 Januari 2021 tidaklah benar. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Menyikapi situasi nasional dan menindaklajuti Siaran Pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia No. HM.4.6/02/SET.M.EKON.3/01/2021 yang berjudul Pemerintah Mengatur Kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, untuk Mengendalikan Pandemi Covid-19 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19), Pemerintah Kota Kupang menyatakan siap untuk melaksanakan petunjuk pemerintah pusat maupun regional diatasnya dengan mempertimbangkan kondisi yang terjadi.

Baca juga: PLN Labuan Bajo Perbaiki Tiang Listrik yang Roboh Karena Longsor

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man yang didampingi oleh Kabag prokompim Setda, Ernest S. Ludji, mengatakan hal ini kepada awak media  di ruang Garuda lantai 2 Kantor Walikota Kupang hari ini, Jumat (8/1/2021). 

Herman dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa PPKM hanya diberlakukan Pempus di Jawa dan Bali, sementara Pemerintah Kota Kupang sendiri belum berencana akan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Menurut Wakil Walikota, berita yang beredar dan menyebutkan bahwa Kota Kupang akan diberlakukan PPKM dari tanggal 11 sampai 25 Januari 2021 tidaklah benar. 

Baca juga: Polisi Beri Penangguhan Penahanan Bagi Tersangka Akulina Dahu 

Pembatasan yang diberlakukan di Jawa dan Bali karena daerah-daerah tersebut dinilai telah memenuhi salah satu dari empat parameter yang tersebut pada diktum ketiga dari Instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2021.

Empat paramater tersebut antara lain tingkat Kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional, tingkat Kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional, tingkat Kasus Aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional dan tingkat Keterisian Rumah Sakit (BOR) untuk ICU dan Isolasi di atas 70%. 

Menurutnya, Kota Kupang telah memenuhi beberapa parameter yang ditetapkan dalam Permendagri tersebut.

"Ada dua parameter yang terpenuhi yaitu tingkat kesembuhan pasien covid-19 di Kota Kupang hanya mencapai 37% masih dibawah rata-rata nasional 82,6%, dan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupation rate (BOR) telah melampaui kapasitas dari yang kita miliki 92 tempat tidur padahal jumlah pasien yang harus dirawat di ruang isolasi rumah sakit mencapai 119 orang. Kita telah memenuhi 2 dari 4 kriteria yang memungkinkan untuk diusulkan dilakukan pembatasan,” jelasnya.

Ia melanjutkan terkait pemberlakuan PKM harus sesuai PP 21 tahun 2020 dan pasal 3 dan 4 Permenkes 9 tahun 2020  tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pasal 3 berbunyi :

(1) Menteri menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di suatu wilayah berdasarkan permohonan gubernur/bupati/walikota;

Halaman
123
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved