Berita Atambua Terkini
Bupati Belu Bersedia Menerima Vaksin Pertama Pencegahan Covid-19, Simak Penjelasannya
bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H menyatakan bersedia menerima vaksin pertama pencegahan Covid-19 bila petunjuk teknis diatur demikian. Hal ini juga s
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas
POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H menyatakan bersedia menerima vaksin pertama pencegahan Covid-19 bila petunjuk teknis diatur demikian. Hal ini juga sebagai pemberi contoh atau teladan kepada masyarakat agar jangan khawatir untuk divaksin.
"Kalau dianjurkan seperti itu, saya bersedia divaksin pertama. Presiden saja mau divaksin pertama berarti kami bupati juga bisa. Nanti saya juga minta tokoh agama dan pimpinan forkompinda untuk menjadi orang pertama yang divaksin", kata Bupati Willy Lay.
Menurut Bupati Willy Lay, pemberian vaksin merupakan program nasional dalam rangka pencegahan Covid-19. Untuk tahap pertama, orang yang menerima vaksin adalah tenaga kesehatan selanjutnya untuk masyarakat umum. Bila ketersedian vaksin yang diberikan pemerintah pusat belum cukup maka tenaga kesehatan yang menerima vaksin pertama adalah mereka yang berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19.
Bupati menghimbau kepada masyarakat agar jangan khawatir untuk menerima vaksin karena pemerintah melakukan hal ini demi menjaga keselamatan masyarakat dari bahaya Covid-19. Sebagai, bupati Willy Lay bersedia menerima vaksin pertama sekaligus memberikan contoh buat masyarakat.
Terpisah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Florianus Nahak saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Selasa (5/1/2020) mengatakan, dirinya belum mendapat informasi terkait rencana distribusi vaksin ke setiap kabupaten dan juga
besaran quota vaksin untuk Kabupaten Belu.
"Informasi distribusi belum ada. Vaksin baru tiba di provinsi dan belum ada informasi rencana distribusi ke kabupaten karena besaran quota tiap-tiap kabupaten juga belum ditetapkan", kata Flori yang adalah Kepala BP4D Kabupaten Belu.
Menurut Flori, vaksin dibagi ke tiap kabupaten/kota berdasarkan jumlah tenaga kesehatan karena hal itu yang menjadi acuan untuk memberikan vaksin pertama. Untuk Kabupaten Belu, total tenaga kesehatan yang terdata sebanyak 1.300 orang. Namun tidak semua bisa diberi vaksin karena yang mendapatkan vaksin adalah orang yang sehat yang dibuktikan melalui pemeriksaan awal.
Terkait dengan persedian cold chain, Flori mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu tidak mengalami kendala karena setiap puskesmas di Kabupaten Belu sudah memiliki cold chain dan siap dipakai.
Pemkab Belu juga mendapatkan dua buah cold chain dari Pemerintah Provinsi NTT guna mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang merupakan program nasional.
Menurut Flori, sebanyak 17 puskesmas di Kabupaten Belu sudah memiliki cold chain yang siap dipakai. Pemerintah tidak perlu melakukan pengadaan baru cold chain.
"Ketersedian cold chain di setiap puskesmas sudah ada, tidak perlu pengadaan baru. Cold chain ini kan kita biasa pakai dalam program pekan imunisasi nasional selama ini. Jadi tidak ada kendala. Kita juga baru dapat 2 cold chain dari provinsi", ujar Flori.
Lanjut Flori, Dinas Kesehatan sudah mempersiapkan satu tenaga setiap puskesmas untuk mengikuti pelatihan yang diberikan pemerintah provinsi secara daring. Dari informasi yang diperoleh, pelaksanaan pelatihan bagi tenaga vaksinasi baru akan dilaksanakan sekitar pekan depan.
"Tiap puskesmas siapkan 1 orang tenaga untuk mendapatkan pelatihan yang dilakukan secara daring oleh pemerintah provinsi. Nanti satu orang itu akan melatih yang lain", tutur Flori. (jen).
Baca juga: Perkuat Kerjasama, Kapolda NTT Sambut Hangat Kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi NTT di Mapolda NTT
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tempat-pelelangan-ikan-internasional-akan-dibangun-di-belu-sudah-diusul-bupati-willy-lay.jpg)