Berita Sikka Terkini
Kadis Kesehatan Sikka Sebut 2020 DBD ada 1.811 Kasus, Covid-19 124
Kadis Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus menjelaskan, sepanjang tahun 2020 ada 1.811 kasus DBD dan dari jumlah itu ada 16 orang meninggal dunia.
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Kadis Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus menjelaskan, sepanjang tahun 2020 ada 1.811 kasus DBD dan dari jumlah itu ada 16 orang meninggal dunia.
Sedangkan untuk kasus Covid-19 di Sikka ada 124 kasus dan sudah ada 3 orang meninggal dunia dan 10 orang sedang menjalani perawatan di ruangan isolasi.
Kadis Petrus dalam statusnya di akun facebook milikknya yang diperoleh POS-KUPANG.COM, Jumat (1/1/2021) pagi meminta dan mengimbau warga di Kabupaten Sikka agar tetap waspada dan siaga mencegah DBD dan Covid-19.
Ia juga mengajak warga Sikka agar jangan lupa berdoa agar Nian Tanah Sikka tetap terjaga dan dalam lindungan Tuhan.
Sang kadis juga meminta warga dalam kegiatan setiap hari hendaknya memperhatikan protokol kesehatan antara lain cuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan jangan berkerumun.
Dengan mentaati protokol kesehatan maka warga akan menjaga diri dan keselamatan orang lain.
Untuk diketahui, sampai saat ini sudah ada tiga pasien Covid-19 yang meninggal dunia dan telah dimakamkan secara prokes.
Pada penghujung tahun 2020 warga Sikka sempat dikejutkan dengan
kaburnya 4 warga Karantina Terpusat Covid-19 di Kabupaten Sikka pada Kamis (31/12/2020) pagi. Empat warga karantina yang merupakan kontak erat dan termasuk dalam cluster transmisi lokal yang kabur dari Posko Karantina Terpusat covid 19 Sikka.
Sebelumnya, warga karantina Covid-19 tersebut reaktif berdasarkan hasil RapidTest kontak erat kemudian dilaksanakan pengambilan sampel Swab untuk diperiksa PCR Test. Dan Sementara ini, masih menunggu hasil pemeriksaan sampel Swab di Laboratorium PCR RSUD Prof. Dr. WZ Johannes sehingga diwajibkan untuk melaksanakan karantina terpusat. Satgas Covid-19 bersama Pihak Polres Sikka melakukan penjemputan 4 warga Sikka yang kabur.
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.sos, M.Si saat tiba di Posko karantina terpusat covid 19 Sikka dan memberikan arahan kepada petugas posko agar dalam menjaga warga karantina harus bersikap humanis serta menjalankan tugas sesuai aturan protokol kesehatan.
Untuk tracking kontak erat, ke depannya akan menggunakan Rapitest antigen untuk mempersingkat waktu dengan hasil yang cepat dan akurat.(ris)
Baca juga: Kejadian Alam pada Malam Tutup Tahun Terjadi di Maumere, Tak ada Konvoi Motor, Begini Kondisinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/terkait-ancaman-dbd-kadis-kesehatan-sikka-masyarakat-jangan-panik-dan-tetap-tenang.jpg)